Hati-Hati Penipuan Mengatasnamakan Pengobatan Ida Dayak, Tidak Ada Aktivitas Tersebut di Gedung Serbaguna

JEPARA | GISTARA.COM – Pengobatan Ida Dayak akan hadir di Jepara. Pengobatan akan dilakukan di Gedung Serbaguna Setda Jepara pada 21 dan 22 Oktober 2024. Postingan itu beredar di berbagai platform media sosial.
Terhadap postingan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko meminta masyarakat untuk berhati-hati. Dia memastikan, tidak ada pihak mana pun yang akan menggunakan Gedung Shima atau yang dikenal dengan Gedung Serbaguna pada tanggal dimaksud. Apalagi sampai spesifik menyebut digunakan untuk aktivitas pengobatan.

“Hati-hati penipuan. Karena dalam poster digital yang beredar, calon pasien harus melakukan transfer biaya pendaftaran terlebih dahulu hingga Rp350 ribu. Padahal tidak ada satu pun pihak yang akan menggunakan Gedung Shima untuk acara tersebut,” kata Edy Sujatmiko lada Minggu (29/9/2024).

Karena itu dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Apalagi sudah dia pastikan tidak ada kegiatan tersebut di Gedung Shima pada tanggal sesuai yang dipublikasikan. Pasalnya, belakangan ini sering terjadi penipuan dengan modus seperti itu.

Tidak adanya pihak yang mengajukan pemakaian Gedung Shima untuk kegiatan itu juga dipastikan Kepala Bagian Umum Setda Jepara Anjar Jambore Widodo.

BACA JUGA: Ini Program Pemerintah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Sampai Tingkat Desa

“Sampai saat ini belum ada surat masuk baik lewat Srikandi ataupun aplikasi Apikra. Tidak ada yang koordinasi dengan kami di Bagian Umum,” tandas Anjar.

Bahkan, dia sampai membuat laporan khusus ke Pj. Bupati Edy Supriyanta. “Pak Pj. Bupati pun berpesan agar tidak ada yang tertipu karena sudah beberapa kali ada kejadian penipuan dengan modus itu di luar Jepara,” katanya. (Dzul)

Related posts

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

Manfaatkan Bahan Sederhana, Mahasiswa KKN UNISNU Sumosari 2  Buat Penyaringan Air untuk Warga 

Musibah Kebakaran PT Chengki, Wabup Jepara Tegaskan Bantu Hak Pendidikan dan Kesehatan Anak Korban