Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan RI yang digelar PW IKA PMII Jateng
SEMARANG | GISTARA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80,Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Jawa Tengah menggelar acara Refleksi Kemerdekaan sekaligus Launching buku yang berjudul “Menyalakan Api Perlawanan: Masterpiece Perjuangan Ulama Jawa Tengah Melawan Penjajah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Wisma Perdamaian Semarang, pukul 14.00 WIB hingga selesai, dihadiri pengurus PW IKA PMII Jateng, pengurus PC IKA se-Jawa Tengah, serta kader PMII.
Ketua PW IKA PMII Jateng, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengingat dan menuliskan sejarah perjuangan para ulama Jawa Tengah yang belum banyak dikenal secara nasional.
“Kita patut bersyukur bisa melakukan refleksi kemerdekaan ke-80 RI sekaligus meluncurkan buku ini. Momentum ini menjadi pengingat akan jasa para pejuang, khususnya ulama-ulama di Jawa Tengah. Jika kita abai dalam penulisan sejarah, maka kita akan kehilangan sejarah itu sendiri,” ujarnya.
BACA JUGA: Tembus Fortune Global 500, PLN Terus Perkuat Daya Saing di Kancah Dunia
Prof. Musahadi juga menambahkan, buku yang diluncurkan ini merupakan awal dari rangkaian penulisan sejarah yang akan terus dilanjutkan.
“Jangan dilihat kecilnya buku, karena 10 tahun ke depan buku ini akan memiliki nilai dan makna yang besar,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr. Ihwan Hamzah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan refleksi kemerdekaan dan peluncuran buku yang diprakarsai PW IKA PMII Jateng.
Sambutan Ketua PW IKA PMII Jateng Prof Dr. H. Musahadi, M.Ag
“Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah, melainkan buah dari cucuran darah dan nyawa para pejuang. Banyak ulama Jawa Tengah yang turut berjuang, seperti KH. Subhi dari Parakan Temanggung, KH. Asnawi dari Kudus, KH. Mahfud Salam, dan lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan saat ini bukan lagi dengan angkat senjata, melainkan dengan membangun simpati, empati, dan solusi nyata bagi bangsa.
“Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata,” tambahnya.
BACA JUGA: Bupati Jepara: Soal Investasi, harus Sejalan Dawuh Kyai dan Fatwa Ulama’
Acara dilanjutkan dengan sesi refleksi kemerdekaan dan peluncuran buku bersama para narasumber, yakni Prof. Dr. Arif Junaedi (Ketua LP2M UIN Walisongo Semarang), Drs. KH. Ali Munir Basir (Pengasuh Ponpes Alfirdaus Semarang), Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag (Ketua PW IKA PMII Jateng), serta Muslichah Setiasih, S.IP., MM., M.Eng (Plt. Kesbangpol Provinsi Jateng), refleksi tersebut dipandu oleh Dr. Kholidul Adib (PW IKA PMII Jateng)
Sebelumnya, Ketua MUI Jawa Tengah, Dr. KH. Darodji, hadir sebagai keynote speaker. Dalam pesannya, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
“Waktu itu ibarat es batu, dipakai atau tidak dipakai pasti akan meleleh. Karena itu, waktu harus digunakan sebaik-baiknya. Kita harus terus bergerak, berhasil atau tidak berhasil, Allah yang menentukan,” ucapnya.
KH. Darodji juga berpesan agar IKA PMII menjadi wadah pemikiran yang mampu memberi masukan bagi NU dan negara. (KA)