Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Angkat Legen Rembang Lewat Inovasi Digital

REMBANG | GISTARA.COM – Legen, minuman tradisional khas masyarakat pesisir Rembang, kini mendapat sentuhan baru dari tangan mahasiswa. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), tim mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara membantu para produsen lokal Desa Tanjung, Kecamatan Sulang, untuk memperluas distribusi dan memperkuat branding produk legen melalui inovasi digital. Dari Pinggir Jalan Menuju Dunia Digital

Selama ini, legen hanya dipasarkan secara konvensional. Produsen menjualnya di pinggir jalan atau pasar tradisional dengan kemasan sederhana, tanpa merek, dan masa simpan yang terbatas. Kondisi tersebut membuat legen sulit bersaing dengan minuman modern yang lebih praktis dan memiliki citra kekinian.

Program Pendampingan

Melihat potensi besar sekaligus tantangan itu, mahasiswa KKN UNISNU Jepara berinisiatif menggelar program kemitraan. Mereka melakukan pendampingan kepada lima produsen legen skala rumah tangga yang bersedia berkolaborasi.

BACA JUGA: Bupati Jepara Resmikan Je.Creator Weekend dan ASN Berdaya, Perumda Aneka Usaha Dorong Ekosistem Digital

Program berlangsung selama 40 hari, mulai 21 Juli hingga 28 Agustus 2025. “Kami ingin membantu masyarakat agar produk lokal mereka tidak hanya berhenti di tingkat desa, tetapi bisa menjangkau konsumen lebih luas. Digitalisasi menjadi kunci untuk membuka pasar baru,” ujar Rangga Raihan Saputra, salah satu mahasiswa anggota tim KKN.

Strategi Digital yang Diterapkan

Program kemitraan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), di mana mahasiswa dan produsen bekerja bersama-sama. Beberapa strategi digital yang diterapkan antara lain: Membangun identitas merek: produsen diberi pelatihan untuk membuat logo, label kemasan, dan desain merek yang lebih menarik.

Optimalisasi media sosial: akun bisnis di Instagram (@pakmull_legen) dan TikTok dibuat untuk memperluas jangkauan pemasaran. Konten berupa video penyadapan nira, proses produksi, hingga testimoni konsumen diproduksi secara rutin.

BACA JUGA: Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian, YBM PLN UIK Tanjung Jati B Santuni Guru Ngaji

WhatsApp Business: produsen diajari mengelola pemesanan secara profesional melalui katalog produk, fitur balasan cepat, hingga pengelolaan pesanan.

Ekspansi ke marketplace: produk legen didaftarkan ke platform penjualan online untuk memperbesar akses pasar, serta hasil yang Signifikan.

Pendampingan pada produsen legen lokal

Penjualan Meningkat

Upaya ini membuahkan hasil nyata. Selama masa pendampingan, penjualan legen meningkat hingga 30 persen. Akun media sosial yang dibuat juga berhasil menarik perhatian generasi muda, dengan pertumbuhan pengikut dan tingkat keterlibatan (engagement) yang cukup tinggi.

Selain aspek ekonomi, dampak sosial juga terasa. Produsen yang sebelumnya minder kini lebih percaya diri memasarkan produk mereka. Mereka mulai memandang legen bukan sekadar minuman tradisional, tetapi sebagai komoditas bernilai tinggi yang layak bersaing di pasar modern. Dukungan Pemerintah Desa

BACA JUGA: Tumbuhkan Kepedulian Sosial, Bupati Jepara Dukung PPS Baznas Jepara 2025

Apresiasi dari Kepala Desa

Kepala Desa Tanjung, Muhtarom, memberikan apresiasi atas program mahasiswa KKN UNISNU Jepara ini.

“Inovasi digital yang dibawa anak-anak mahasiswa benar-benar membantu masyarakat kami. Legen adalah identitas desa, dan kami berharap langkah ini bisa menjadikannya ikon lokal yang dikenal lebih luas. Ke depan, kami siap mendukung keberlanjutan program ini,” ungkapnya. Harapan Ke Depan

Meski hasil yang dicapai cukup menggembirakan, tantangan keberlanjutan masih membayangi. Literasi digital para produsen masih terbatas, sehingga pendampingan lanjutan sangat diperlukan.

Mahasiswa berharap sinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, hingga komunitas UMKM dapat terus dilakukan agar produk legen tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi kebanggaan daerah Rembang.

Dengan adanya inovasi digital ini, legen berpeluang besar naik kelas, tidak hanya menjadi minuman tradisional, tetapi juga ikon ekonomi kreatif yang membawa nama Rembang ke kancah lebih luas. (KA)

Related posts

Halaqah Pesantren Ramah Anak: Menuju Zero Bullying

Polwan Polres Jepara Gelar Ziarah TMP Peringati HUT ke-77

Persijap Jepara vs Arema FC di GBK, Polisi Siapkan Skema Pengamanan Total