Peringati Haul Gus Dur ke-16, IKA PMII Jepara Hidupkan Spirit Kemanusiaan dan Keilmuan

Dr. Fathur Rohman, S.Pd.I., M.Pd.I, pemantik diskusi Haul Gus Dur ke-16

JEPARA | GISTARA. COM – Pengurus Cabang  Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) bersama PC  PMII Jepara menggelar kegiatan Haul Gus Dur ke-16  Senin malam (17/12/2025). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Wisma Pergerakan Karangkebagusan, Jepara, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.

Acara tersebut diikuti oleh kader dan  alumni PMII.  Momentum haul tidak hanya menjadi ruang doa bagi Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tetapi juga sarana refleksi dan penguatan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.

Acara diawali dengan pembacaan Maulid Nabi oleh Grup Rebana Ashabussuffah PC PMII Jepara,  dilanjutkan tahlil bersama, serta sambutan Ketua IKA PMII Jepara.

BACA JUGA: Gubernur Jateng Minta Kader PMII Kawal Program Pemerintah

Kusdiyanto, M.Pd, Ketua IKA PMII Jepara Dalam sambutannya  menegaskan,  pentingnya merawat tradisi intelektual dan nilai kemanusiaan ala Gus Dur sebagai fondasi gerakan PMII.

Sebagai narasumber, Dr. Fathur Rohman, S.Pd.I., M.Pd.I., Dosen FTIK Unisnu Jepara, menyampaikan berbagai gagasan segar tentang relevansi pemikiran Gus Dur bagi PMII dan IKA PMII serta  generasi muda hari ini.

Ia menegaskan bahwa PMII merupakan “anak ideologis Gus Dur” yang seharusnya terus menjaga semangat kebebasan berpikir, keberpihakan pada kemanusiaan, dan keberanian bersikap.

Dr. Fathur yang merupakan pegiat Gusdurian  Jepara, menekankan sembilan nilai utama Gus Dur yakni; ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan, serta kearifan lokal, yang dinilainya sangat relevan untuk diadopsi sebagai gerakan PMII. Dari nilai-nilai tersebut, ia menyoroti nilai pembebasan sebagai ruh pergerakan mahasiswa.

BACA JUGA: Refleksi Hari Santri:  IKA PMII Jepara Teguhkan Spirit Santri, Menuju Peradaban Dunia

Dr. Fathur juga menyoroti menurunnya minat keilmuan, tidak hanya di PMII tetapi juga di dunia kampus secara umum. Ia mendorong kader untuk kembali pada budaya membaca buku cetak, karena membaca melibatkan proses berpikir yang mendalam dan melatih critical thinking, salah satu kemampuan penting abad ke-21.

Tanpa membaca kita tidak mungkin berpikir kritis,” tegasnya 

Ia mengingatkan pula bahaya konsumsi berlebihan konten video pendek di media sosial yang dapat menyebabkan brain rot (pembusukan otak), serta mengajak peserta untuk lebih kritis terhadap informasi, terutama hoaks, dengan melakukan klarifikasi dan perbandingan sumber.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ide-ide pluralisme Gus Dur tidak pernah tercerabut dari nilai keislaman.

“Gus Dur adalah seorang sufi. Pluralisme beliau justru lahir dari kedalaman spiritual,” ujarnya.

BACA JUGA: PKC PMII Jawa Tengah Umumkan Struktur Pengurus Periode 2025–2027

Menurutnya, perlindungan terhadap kelompok minoritas merupakan wujud nyata penerapan nilai pluralisme tersebut. Mengutip pesan Gus Dur, ia menyampaikan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin tinggi pula toleransinya.

Dr. Fathur mendorong PMII untuk kembali menghidupkan tradisi membaca buku, ia menceritakan seperti praktik tadarus buku di komunitas Gusdurian.

Ia menekankan pentingnya membaca dari sumber yang jelas dan valid, serta membiasakan diri menyebarkan gagasan keilmuan secara rutin melalui media sosial.

Kegiatan haul menjadi pengingat bahwa warisan Gus Dur bukan sekadar kenangan, tetapi nilai-nilai hidup yang harus terus dirawat dan diperjuangkan, terutama oleh generasi muda PMII. (KA)

Related posts

Wujudkan Seni Ukir Jepara Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Pemkab Jepara Berkunjung Ke Bosnia dan Herzegovina

Disiapkan anggaran Rp197,16 Miliar, 185 Kilometer Jalan di Jepara Segera Dimuluskan

Festival Ramadhan 1447 H, Dorong UMKM Naik Kelas