JEPARA | GISTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara mengusulkan pembangunan sekolah terintegrasi di Kecamatan Karimunjawa. Usulan itu bertujuan memperluas akses pendidikan bagi siswa di wilayah kepulauan.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Penyampaian dilakukan saat peresmian gedung revitalisasi SMP Negeri 1 Tahunan, Sabtu (3/1/2026). Sekolah terintegrasi diusulkan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
BACA JUGA: Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMPN 1 Tahunan, Jepara Terima Rp 67,9 Miliar
Menurut Mas Wiwit, sapaan akrab Witiarso Utomo, keberadaan sekolah terintegrasi diperlukan agar siswa kepulauan Karimunjawa tidak harus melanjutkan pendidikan ke Jepara daratan. Selama ini, mobilitas antarpulau menimbulkan beban biaya yang tinggi bagi keluarga.
“Harapannya, di Karimunjawa bisa dibangun sekolah terintegrasi dari SD, SMP sampai SMA, sehingga anak-anak kita tidak harus bersekolah di Jepara dengan cost yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menanggapi usulan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan pihaknya membuka ruang pembahasan. Ia meminta Pemkab Jepara menyiapkan rancangan induk (masterplan) sebagai dasar kajian. “Untuk Karimunjawa, silakan disiapkan masterplan-nya,” ujarnya.
Dia menambahkan, usulan tersebut akan dikaji bersama kementerian terkait dan DPR, terutama dalam konteks pengembangan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pendalaman dan mempercepat penyusunan perencanaan. “Kami akan segerakan pendalaman dan penyusunan site plan,” ujarnya. (AD/DJ/AP)