Peringati HAB ke-80, MA Masalikil Huda Tahunan Perkuat Pembelajaran Berbasis AI

Pelatihan pembuatan modul ajar Berbasis AI

JEPARA | GISTARA. COM – Memperingati  Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026, MA. Masalikil Huda Tahunan Jepara menyelenggarakan serangkaian acara;  kegiatan upacara, istighosah dan pelatihan. (3/12/25).

Pelatihan mengangkat tema “cara mudah membuat modul pembelajaran mendalam berbantuan Artificial Intelligence (AI) dalam Kurikulum Merdeka”.

Upacara yang berlangsung di halaman YPI. Masalikil Huda diikuti seluruh guru, karyawan dan peserta didik. Sebagai Pembina upacara adalah sekretaris YPI H. Muhlishin.

BACA JUGA: Ratu Kalinyamat : Perempuan Muslimah Anti Kolonialisme 1549-1579

Dalam sambutannya,  H. Muhlisin menekankan pentingnya persatuan dan kerjasama antar lembaga. “Dengan adanya sinergitas antar lembaga akan tercipta madrasah yang nyaman, aman dan maju,” tegasnya.

Selanjutnya, kegiatan pelatihan membuat modul pembelajaran mendalam berbantuan AI yang diikuti seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan  menghadirkan narasumber guru Informatika M. Saifur Rohman.

Sebelum pelatihan dilaksanakan, Kepala Madrasah MA. Masalikil Huda M. Zarkoni memberikan sambutan dan arahan kepada peserta pelatihan. M. Zarkoni menjelaskan, tujuan dilaksanakannya pelatihan AI adalah untuk meningkatkan pemahaman urgensi AI dalam membantu mendesain modul pembelajaran mendalam. “Dengan pelatihan ini diharapkan pendidik dapat mempraktikkan mendesain komponen modul ajar dengan bantuan AI,” lanjutnya.

BACA JUGA:.Peringati Haul Gus Dur ke-16, IKA PMII Jepara Hidupkan Spirit Kemanusiaan dan Keilmuan

Sementara itu,  Saifur Rohman dalam pemaparannya  mengenalkan fitur AI dan manfaatnya. Ia menjelaskan mengapa guru perlu mengenal AI?  Menurutnya, dengan AI membantu efisiensi waktu, membuka ide kreatif baru, mendukung pembelajaran bermakna dan menyenangkan serta dapat menjadi asisten pribadi guru.

“AI hadir bukan untuk menggantikan guru, tetapi memperkuat proses desain modul ajar agar lebih efisien, terarah, dan kontekstual,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan tentang etika penggunaan AI dalam penyusunan modul ajar, yang pertama, menghindari penggunaan hasil AI secara mentah, kedua, Guru tetap berperan sebagai kurator dan editor utama, ketiga, menjaga kerahasiaan dan privasi data murid serta dokumen madrasah, dan keempat, melakukan verifikasi dan validasi terhadap informasi yang dihasilkan AI.

“Contoh AI yang dapat membantu dalam proses pengajaran yaitu ChatGPT, Gemini, Canva, Gamma, Grok dan lainnya,” pungkasnya. (KA)

Related posts

Kalinyamatan Digelontor Rp 30 Miliar, Fokus untuk Infrastrukur dan Perekonomian

Pasangan di Jepara Menikah di Kantor Polisi, Ini Kronologinya

Sejumlah Kapolsek di Jepara Dirotasi, Polres Lakukan Sertijab