Alat berat membersihkan material longsor yang menutupi bahu jalan
JEPARA | GISTARA. COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menerbitkan Laporan Situasi (SITREP) resmi yang mengungkap skala kerusakan bencana tanah longsor Desa Tempur, Kecamatan Keling.
Berdasar laporan tersebut 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga Desa Tempur dan enam dukuh terisolir akibat terputusnya akses jalan secara total.
Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan berdasarkan hasil rapid assessment, bencana yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak Jumat kemarin telah menyebabkan 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat hingga kritis. Titik terparah berada di lokasi pertigaan samping spot foto “Selamat Datang”. Badan jalan hilang total sepanjang 50 meter karena tergerus aliran Sungai Gelis.
BACA JUGA: Haul Gus Dur ke-16 : Guru Bangsa yang Mencintai Tanpa Sekat
“Titik kritis lain berada di lokasi Jembatan Mbah Sujak, jalan terkikis sedalam 6 meter akibat sungai yang berpindah aliran” terangnya.
Menurut Arwin kerusakan tidak hanya pada akses transportasi. SITREP mencatat 6 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari tergenang lumpur hingga rusak total. Jaringan listrik di Desa Tempur juga padam total akibat satu tiang listrik roboh dan satu lainnya miring.
Material longsor masih berserakan di pertigaan Selamat Datang Desa Tempur
Dikatakan Arwin ekonomi turut terdampak dengan puluhan hektar area persawahan sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut. Data rinci mengenai kerugian pertanian masih dalam pendataan.
Menurut Arwin hingga Sabtu (10/1) pukul 17.00 WIB pihak terus melakukan upaya-upaya darurat untuk mengatasi segera. Tim BPBD telah melakukan koordinasi, asesmen, pembersihan manual dengan alat konvensional (Alkon), membuka dapur umum, dan mengerahkan excavator. Namun, akses jalan utama masih tertutup.
BACA JUGA: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh
“Pembersihan material longsor di titik pertama dilakukan malam tadi namun belum selesai karena kondisi cuaca,” ujarnya. Kendala utama adalah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan dan banyaknya material batu besar yang masih berjatuhan.
Arwin melaporkan BPBD Jepara menyampaikan kebutuhan mendesak untuk segera mengatasi isolasi dan memulihkan akses. Kebutuhan utama tersebut adalah Tambahan alat berat (Excavator tipe PC-75) untuk menangani material besar, Alkon untuk mempercepat pembersihan dan Logistik untuk menjamin pasokan bagi ribuan warga terdampak.
Selanjutnya dikatakan rencana pembersihan dan pembukaan akses akan dilanjutkan pada Minggu (11/1) dengan tetap mempertimbangkan keselamatan tim dan kondisi cuaca. (KA)