KH. Masduqi Ridlwan, Ketua Yayasan Safinatul Huda Sowan Kidul (kedua dari kanan)
JEPARA | GISTARA. COM – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara menggelar Rapat Kerja (Raker) Kepala Madrasah pada Selasa (13/1). Bertempat di MTs Safinatul Huda Sowan Kidul, agenda rutin ini menjadi momentum penguatan komitmen manajerial dan loyalitas terhadap organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif Jepara, Mualimin, Ketua KKMTs 02 Jepara, Achmad Makhali beserta jajaran pengurus, serta seluruh kepala madrasah anggota KKMTs 02 Jepara. Namun, Kepala MTs Safinatul Huda Karimunjawa dilaporkan berhalangan hadir akibat kendala cuaca ekstrem di perairan.
KH. Masduqi Ridlwan, Ketua Yayasan Safinatul Huda Sowan Kidul sekaligus tuan rumah, dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas bagi para Kepala madrasah. Ia mengingatkan bahwa jabatan Kepala Madrasah adalah sebuah amanat besar yang menuntut komitmen penuh terhadap Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).
BACA JUGA: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh
“Kepala Madrasah harus memiliki totalitas dalam berkhidmah dan menunjukkan loyalitas nyata terhadap Nahdlatul Ulama melalui kebijakan-kebijakan yang diterapkan di lembaga,” tegas Kiai Masduqi.
Ia mencontohkan, setiap peringatan Hari Lahir (Harlah) NU misalnya, madrasah harus berkontribusi aktif, baik dalam finansial maupun dalam mensyiarkannya. Hal ini dikarenakan setiap madrasah di bawah naungan LP Ma’arif secara otomatis membawa nama besar dan citra NU di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Longsor Isolir Desa Tempur, Pemkab Gercep Buka Akses
Senada dengan hal tersebut, Ketua LP Ma’arif Jepara, Mualimin, memaparkan berbagai program strategis yang tengah digalakkan. Ia mendorong adanya akselerasi kompetensi guru melalui pelatihan teknologi masa kini. Di antaranya pemberdayaan guru melalui pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI). Program lainnya adalah penguatan ekonomi warga madrasah melalui BMT Soko Guru Ma’arif.
Merespons situasi darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jepara, Mualimin menginstruksikan gerakan Pekan Peduli Bencana.
“Kami mendorong madrasah untuk menggerakkan infak dari siswa-siswi. Tujuannya bukan sekadar mengumpulkan donasi, tetapi yang lebih utama adalah menanamkan jiwa sosial dan empati kepada para siswa sejak dini,” pungkas Mualimin. (KA)