Mobil layanan umat NU Care-LAZISNU Petekeyan sedang mengantar pasien
JEPARA | GISTARA. COM – Tak terasa, tiga tahun sudah NU Care-Lazisnu Ranting Petekeyan hadir sebagai pilar kemandirian organisasi. Sejak resmi didirikan pada 9 Desember 2022 dan memulai penghimpunan perdana pada 13 Januari 2023, lembaga ini telah bertransformasi menjadi “jantung” bagi berjalannya berbagai program kerja Nahdlatul Ulama dan Badan Otonom (Banom) di desa Petekeyan.
Jejak khidmat Lazisnu Petekeyan telah membuktikan kontribusi nyata melalui berbagai program unggulan, diantaranya Penyaluran santunan bulanan yang langsung dikirimkan ke rekening anak-anak yatim usia SD/MI untuk membantu sebagian dari kebutuhan mereka.
Santunan kematian bagi keluarga bagi yang tertimpa musibah serta bantuan bagi kaum dhuafa yang membutuhkan.
Program lain dari Lazisnu Petekeyan adalah Layanan Ambulans. Fasilitas ini menjadi salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya. Meski sempat mengalami kendala anggaran karena tingginya intensitas penggunaan, kebijakan baru telah diambil yaitu biaya operasional kini diprioritaskan untuk pasien berobat di wilayah Jepara dan perawatan armada guna memastikan keberlanjutan layanan. Adapun untuk pasien yang berobat di luar Jepara, Lazisnu membantu armada, sedangkan operasional ditanggung oleh pasien.
BACA JUGA: Longsor Tempur, BPBD Jepara Fokus Buka Akses Jalan dan Dirikan Dapur Umum di Damarwulan
Program Lazisnu lainnya yang mendapat manfaat dari dana lazisnu adalah program LTM ( Lembaga Tak’ mir Masjid) dengan melaksanakan papanisasi NU di masjid dan musholla di wilayah Petekeyan.
Sebagai salah satu penopang program Nahdlatul Ulama Ranting Petekeyan, Lazisnu telah memberi energi dalam gerak langkah Ranting NU Petekeyan dan Banomnya dalam menjalankan program- program organisasi. Di antaranya saat ada kegiatan organisasi, Lazisnu mengalokasikan dana untuk membantu sebagian dana operasional sehingga turut meringankan beban yang ditanggung organisasi.
Santunan pada yatama
Demikian juga saat ada instruksi program dari MWC NU atau PCNU, misalnya untuk donasi bencana dan lainnya Lazisnu Petekeyan turut berkontribusi menyukseskan program tersebut.
Dalam perjalanannya, Lazisnu Petekeyan menghadapi tantangan, antara lain melawan kejenuhan para Sahabat Lazisnu dalam menghimpun koin yang dilaksanakan setiap Jumat Wage, melemahnya animo masyarakat dalam mengisi kaleng NU peduli seiring melemahnya ekonomi masyarakat, dan lainnya.
BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Guru, 162 Guru KKMTs 02 Jepara Dilatih Coding dan AI
Menanggapi hal tersebut, pengurus Lazisnu Petekeyan menekankan pentingnya refreshment dan evaluasi mendalam.
”Kita perlu membangun kembali mindset bahwa Koin NU Peduli bukanlah ‘narik urunan’, melainkan wadah bagi masyarakat untuk menginfaqkan sisa uang belanja mereka. Recehan yang terkumpul adalah kunci untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ungkap H. Mahmudi Ketua pengurus Lazisnu Petekeyan. (13/1/2026).
Memasuki tahun ketiga, fokus utama evaluasi terletak pada manajemen pengelolaan dana dan peningkatan jumlah perolehan koin NU peduli yang akhir- akhir ini mengalami penurunan.
Sebagai pemegang amanah masyarakat, Lazisnu dituntut untuk terus meningkatkan transparansi dan sinergitas antar pengurus. Dibutuhkan duduk bersama antara seluruh jajaran pengurus dan Sahabat Lazisnu, garda terdepan penggerak Lazisnu untuk merumuskan kembali visi- misi Lazisnu, strategi penggalangan dana, prioritas penyaluran dana, dan strategi peningkatan kembali ghirah nahdliyin dalam menyukseskan program Lazisnu.
Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, saling membantu, dan peningkatan khidmat keagamaan, Lazisnu bertekad untuk terus menjadi solusi bagi kemaslahatan jamaah. ( Sub/KA)