Bantu Warga Terdampak Banjir, Bulog Salurkan Satu Ton Beras

JEPARA | GISTARA.COM – Perum Bulog menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui program Bulog Peduli Bencana 2026. Bantuan berupa beras premium sebanyak satu ton diserahkan di dapur umum Kecamatan Kalinyamatan, Kamis (15/1/2026).

Bantuan diserahkan Direktur SDM dan Transportasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto, dan diterima Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar). Penyerahan disaksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara dan instansi terkait.

Sudarsono mengatakan, bantuan beras merupakan bagian dari tugas Bulog sesuai peraturan perundang-undangan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan bencana. Sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pangan warga.

BACA JUGA: Tugas Pertama, Kapolres Jepara Gelar Kunjungan Kerja di Polsek Jajaran

“Bulog menyalurkan bantuan bencana berupa beras premium sesuai undang-undang dan peraturan presiden. Bantuan ini diharapkan membantu warga terdampak sekaligus mendukung Pemkab Jepara,” ujarnya.

Ia menuturkan, penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah termasuk BPBD. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran. Distribusi juga dapat berkelanjutan. “Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, Wakil Bupati, Sekda, dan BPBD untuk mengoordinasikan penyaluran bantuan bencana,” tuturnya.

Sudarsono menegaskan, Bulog terus menjaga ketersediaan cadangan pangan nasional. Upaya dilakukan baik saat bencana maupun kondisi normal. Stok dijaga melalui pengelolaan gudang dan distribusi antardaerah bila diperlukan.

Wakil Bupati Jepara menyerahkan bantuan 

Wakil Bupati Jepara Gus Hajar, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perum Bulog. Bantuan beras dinilai sangat membantu operasional dapur umum bagi warga terdampak banjir. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog atas bantuan berasnya, ini sangat bermanfaat kepada masyarakat Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Dapur umum di Kecamatan Kalinyamatan telah beroperasi selama tiga hari. Dalam setiap proses memasak, fasilitas tersebut menyiapkan sekitar 2.337 porsi. Kegiatan memasak dilakukan tiga kali dalam sehari. Distribusi makanan menjangkau empat desa terdampak banjir, yakni Desa Batukali, Gerdu, Kaliombo, dan Sowan Kidul.

Usai meninjau dapur umum, Wakil Bupati bersama Sekda Jepara maupun pejabat teras terkait melanjutkan tinjauan lapangan.

Pantauan penanganan banjir dilakukan di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Desa Gerdu dan Kaliombo, Kecamatan Pecangaan. Monitoring juga dilakukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung.

Di Desa Batukali, Gus Hajar meninjau langsung kondisi permukiman warga terdampak. Ia juga mengecek posko tanggap bencana desa yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup berdialog dengan warga dan perangkat desa. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan darurat yang masih diperlukan, serta penanganan pascabanjir

Hasil tinjauan ke sejumlah lokasi, pihaknya mencatat sejumlah kebutuhan lanjutan. Di antaranya perbaikan pintu air, normalisasi alur sungai, serta penguatan tanggul di titik rawan

Pemkab Jepara memastikan dinas teknis segera menindaklanjuti. Langkah mitigasi dan perbaikan dilakukan sesuai kewenangan.

Gus Wabup Hajar mengatakan bahwa penanganan banjir di sejumlah wilayah masih berlangsung. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. “Nanti akan kami perbaiki dari dana BTT yang kami anggarkan sebanyak Rp5 miliar untuk menangani bencana yang ada di Kabupaten Jepara,” kata dia.

Dalam kegiatan tersebut, pemkab juga menyalurkan bantuan beras bagi desa rawan pangan yang terdampak banjir. Bantuan beras tersebut bersumber dari Gudang Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Jepara. Penyaluran selanjutnya dilakukan melalui pemerintah desa masing-masing. (AD/DJ/AP)

Related posts

Jateng Miliki 327 Desa Antikorupsi, Upaya Wujudkan Tata Kelola Pemerintah Desa yang Baik

86 Warga Karimunjawa Terdampak Musim Baratan Terima Bantuan dari BAZNAS Jepara

Dari Lumajang untuk Hukum Kesehatan Indonesia: Kiprah Akademik Naimah