MA NU Mindahan Batealit Gelar Serasehan Remaja Peringati Isra’ Mi’raj, Tekankan Pembentukan Karakter dan Akhlak Mulia

JEPARA | GISTARA.COM – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Mindahan Batealit menggelar Serasehan Remaja dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Berkarakter dan Berakhlak Mulia” tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 2 MA NU Mindahan Batealit pada Kamis (15/1/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan tujuan menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya karakter dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Isra’ Mi’raj dikemas secara dialogis melalui serasehan agar peserta lebih aktif dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Kepala MA NU Mindahan Batealit, Muhlisin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, model serasehan dipilih agar kegiatan tidak bersifat satu arah seperti pengajian pada umumnya, melainkan memberi ruang dialog antara siswa dan narasumber.

BACA JUGA: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

“Kegiatan ini dikemas dengan model serasehan agar siswa tidak monoton hanya mendengarkan ceramah. Nantinya, siswa juga diminta menyusun resume sebagai bentuk tanggung jawab akademik untuk menuliskan kembali materi yang disampaikan oleh narasumber,” ujarnya.

Serasehan tersebut menghadirkan narasumber Khoirul Muslimin, Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pemuda merupakan pemimpin masa depan sebagaimana pesan Rasulullah saw. Oleh karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri dengan bekal ilmu, semangat belajar, dan pengembangan potensi diri secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki tiga kekuatan utama, yakni logos (akal), thymos (semangat), dan epithymia (hasrat). Ketiga potensi tersebut harus dikelola secara seimbang agar dapat mendorong peningkatan kompetensi diri dan kualitas kepribadian.

“Untuk membentuk perilaku yang baik dan mencapai tujuan hidup, seperti yang disampaikan Prof. Bimo Walgito, diperlukan kebiasaan atau habit yang positif, pemahaman tentang baik dan buruk, serta keteladanan dari figur atau model yang berpengaruh,” jelasnya.

Selain itu, Khoirul Muslimin juga mengutip pesan Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin tentang kewajiban seorang pemuda, di antaranya menuntut ilmu, menjaga ibadah dan akhlak, memperbanyak amal saleh, mengatur waktu dengan baik, menjauhi maksiat, memilih lingkungan yang baik, serta menjadikan akhirat sebagai tujuan utama kehidupan.

“Kita harus meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad saw., yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, serta mengamalkan akhlakul karimah yang dilandasi oleh kasih sayang,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad saw. sekaligus mengajarkan bahwa setiap ujian hidup tidak terlepas dari pertolongan Allah swt. Perjalanan tersebut sarat dengan nilai kesabaran dan keteguhan yang pada akhirnya akan berbuah kemuliaan.

“Inti dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah salat. Salat merupakan media komunikasi antara hamba dengan Sang Pencipta, tiang agama, sekaligus pengendali spiritual dan moral. Salat bukan beban, melainkan kebutuhan jiwa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, MA NU Mindahan Batealit berharap para siswa tidak hanya memahami makna Isra’ Mi’raj secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai spiritual, moral, dan karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari. (AD)

Related posts

Jateng Miliki 327 Desa Antikorupsi, Upaya Wujudkan Tata Kelola Pemerintah Desa yang Baik

86 Warga Karimunjawa Terdampak Musim Baratan Terima Bantuan dari BAZNAS Jepara

Dari Lumajang untuk Hukum Kesehatan Indonesia: Kiprah Akademik Naimah