​Rois Syuriyah MWC NU Tahunan Dorong Pengurus Ranting Jadi Penggerak Sholat Berjamaah

​JEPARA | GISTARA.COM – Rois Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tahunan, KH. Ali Masykur, menegaskan bahwa indikator kemajuan organisasi NU di tingkat Ranting dapat dilihat dari seberapa berhasil pengurusnya menggerakkan sholat berjamaah di lingkungan masing-masing.

​Hal tersebut disampaikan Kiai Ali dalam tausiyahnya pada Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah ke-103 Nahdlatul Ulama yang digelar di Gedung MWC NU Tahunan, kompleks Unisnu Jepara, Jumat (16/1/2026).

​Mengutip pesan pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso, KH. Nurul Huda Jazuli, Kiai Ali panggilan akrabnya menyebutkan ada tiga indikator yang dapat menjadi ukuran maju tidaknya organisasi NU di tingkat Ranting.

BACA JUGA: Polres Jepara dan Bhayangkari Gelar Baksos untuk Warga Terdampak Banjir Dan Tanah Longsor

​”Kalau ingin tahu maju mundurnya NU, lihatlah tiga hal ini: Apakah sholat berjamaah di masjid dan mushollanya ramai?, apakah Madrasah Diniyahnya hidup?, dan apakah pesantrennya aktif?” tutur Kiai Ali di hadapan ratusan jamaah.

Kiai Ali menuturkan bahwa kaum muslimin sering menggelar acara Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di mana- mana, bahkan kadang besar- besaran. Esensi Isra Mi’ raj adalah perintah shalat lima waktu dan penekanannya adalah shalat berjamaah. Namun mereka lupa tindak lanjut dari peringatan Isra Mi’raj, yakni mensyiarkan masjid dan musholla dengan berjamaah.

Warga NU mengikuti peringatan Isro’ mi’raj dengan khusuk

Oleh karena itu, Kiai Ali Masykur mendorong kepada Pengurus NU di berbagai tingkatan agar menjadi garda terdepan sebagai penggerak shalat berjamaah di lingkungan masing-masing sebagai tindak lanjut peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

​Menyinggung tentang Peringatan Harlah ke-103 Nahdlatul Ulama Kiai Ali berpesan agar Pengurus NU dan nahdliyin selalu membangun ukhuwwah dan soliditas. Terkait dinamika organisasi NU di tingkat PBNU Kiai Ali berpesan agar seluruh jajaran pengurus MWC dan Badan Otonom (Banom) tetap menjaga soliditas dalam satu komando. Ia meminta kader di tingkat bawah tidak terdistraksi oleh polemik yang terjadi di tingkat PBNU maupun konstalasi politik nasional.

​”Alhamdulillah, MWC NU Tahunan selalu kondusif dalam menggerakkan roda organisasi. Selama saya mengemban Rois Syuriyah MWC NU Tahunan selama ini, saya merasakan atmosfer kondusivitas, adem dan solid. Kita tidak terpengaruh pada kontestasi politik, baik Pilpres, Pilgub, maupun Pilbup. Program kerja harus tetap jalan seperti biasa,” tegasnya.

​Secara khusus, beliau juga meminta kader Muslimat dan Fatayat untuk menjadi garda terdepan dalam pendidikan akhlak dan penggerak shalat berjamaah dalam keluarga dan lingkungannya mengingat lahirnya fatayat dan muslimat salah satu tujuannya adalah sebagai penggerak amalan Aswaja dalam keluarga dan lingkungannya karena ibu atau perempuan adalah sosok yang sangat dekat dengan anak-anak.

​Dalam kesempatan yang sama, KH. Misbahuddin memberikan apresiasi atas antusiasme warga Nahdliyin yang hadir. Ia juga menggerakkan sisi kemanusiaan jamaah dengan mengajak mereka membantu warga yang terdampak bencana alam. Menindaklanjuti instruksi PCNU Jepara, Kiai Misbah mengimbau warga untuk menyalurkan donasi melalui Lazisnu guna meringankan beban saudara-saudara yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Jepara.

​Acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Harlah ke-103 Nahdlatul Ulama berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jamaah utusan Ranting beserta Banomnya dan Pengurus MWC NU Tahunan beserta Banomnya. Acara yang dikemas sederhana dengan acara Khotmil Qur’an Bin Nadhar, Tausiyah dan diakhiri kepungan khas santri oleh Ranting NU dan Banomnya. ( AD/Sub)

Related posts

Adu Kreatifitas Siswa MTs-MA Safinatul Huda dalam Karnaval Haul  Mbah Kopek Sentono Sowan Kidul

Ngaji Minahussaniyah, Kiai Rusydi Ajak Tebar Kasih Sayang dan Jaga Asupan Halal

Cerita Sukses Desa Kaliwedi Sragen Menjadi Desa Mandiri