Khoirul Muslimin memberikan pembinaan pada mahasiswa BCB UNISNU Jepara
JEPARA | GISTARA. COM – Semangat pembaruan mewarnai kegiatan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri (BCB DN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Mereka mengikuti agenda pembinaan rutin bertajuk Resolusi Awal Tahun & Goal Setting yang diselenggarakan di Lantai 4 Gedung Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) UNISNU Jepara,(15/1/2026).
Kegiatan pembinaan ini menjadi upaya strategis untuk memfasilitasi mahasiswa BCB DN dalam menyusun peta jalan kehidupan selama satu tahun ke depan. Selain itu, agenda ini juga bertujuan memperkuat komitmen akademik serta mendorong pengembangan diri mahasiswa secara berkelanjutan.
Hadir sebagai mentor BCB UNISNU Jepara dan Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara, Khoirul Muslimin membedah berbagai strategi akademik yang relevan untuk menghadapi tahun 2026.
BACA JUGA: Longsor Isolir Desa Tempur, Pemkab Gercep Buka Akses
Dalam sesinya, ia menekankan pentingnya memiliki pandangan visioner dalam menjalani setiap semester perkuliahan, disertai langkah-langkah konkret untuk mencapai target prioritas, yakni lulus tepat waktu.
“Pembinaan ini dimaksudkan agar mahasiswa tidak menjalani tahun 2026 tanpa arah. Penerima beasiswa perlu memiliki goal setting yang matang karena itulah yang akan menjadi kompas dalam setiap langkah untuk meraih prestasi,” ungkap Khoirul Muslimin yang saat ini menjadi Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Mahasiswa penerima BCB UNISNU Jepara
Lebih lanjut, ia menjelaskan penerapan prinsip SMART Goal, yakni Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Bound. Menurutnya, tujuan yang dirancang secara spesifik, terukur, realistis, selaras dengan kebutuhan, serta memiliki batas waktu yang jelas akan meningkatkan peluang keberhasilan perencanaan yang disusun.
Selain itu, Khoirul juga memaparkan beberapa jenis tujuan hidup yang perlu diperhatikan mahasiswa, meliputi bidang pendidikan, karier, keuangan, sosial, dan spiritual.
BACA JUGA: Konfercab ke-XXV PMII Jepara, Nur Fazari Terpilih Sebagai Ketua
Ia mencontohkan pada aspek spiritual, mahasiswa yang sebelumnya hanya menjalankan kewajiban salat lima waktu diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadahnya pada tahun 2026, misalnya dengan menambah salat sunah rawatib secara konsisten.
“Hal-hal kecil seperti ini perlu dicoba dan dibiasakan. Kuncinya adalah konsistensi,” ujarnya sambil tersenyum memberi motivasi kepada para peserta.
Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan dalam mencapai tujuan tidak dapat dilepaskan dari konsistensi, fokus pada target yang terjangkau dan terukur, serta kekuatan doa sebagai bagian penting dari ikhtiar manusia. (KA)