MDSM di MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan, Mahasiswa Unisnu Jepara Dituntut Kreatif

Penyerahan peserta MDSM di MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan

JEPARA | GISTARA. COM –  Sebanyak 16 mahasiswa praktikan Unisnu Jepara hari ini, Selasa 20 Januari 2026 resmi diterjunkan ke MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. Peserta PPL akan menjalani Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL) selama 40 hari untuk mempraktikkan ilmu- ilmu kependidikan yang ditekuni selama ini.

Dosen Pembimbing Lapangan ( DPL) Hj. Ana Rahmawati saat menyerahkan peserta PPL berterima kasih kepada Kepala MA NU Nahdlatul Fata dan stakeholdersnya atas kesempatan yang diberikan untuk mahasiswa Unisnu dan berharap kerjasama ini terus berlanjut di masa- masa yang akan datang.

Kepada para Praktikan, Dosen Pembimbing berpesan agar mahasiswa memanfaatkan waktu yang relatif pendek dengan sebaik-baiknya untuk menimba pengalaman dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliyah.

BACA JUGA: Ratu Kalinyamat : Perempuan Muslimah Anti Kolonialisme 1549-1579

” Kalian harus mempersiapkan diri dengan baik saat akan mengajar, ada dua hari waktu untuk observasi, mengenal lebih baik lingkungan pembelajaran, kultur, dan karakter siswa sehingga dapat melewati pengabdian dengan baik. Gunakan kreativitas Kalian untuk menghadapi siswa Madrasah Aliyah yang usianya tidak terlalu jauh dengan Kalian, terapkan ilmu psikologi untuk menghadapi siswa yang memiliki latar belakang beragam, bangun komunikasi dengan baik dengan guru pamong,” pesan Bu Ana, panggilan akrabnya.

Dosen Pembimbing juga mengingatkan meskipun para praktikan berlatar belakang Pendidikan Agama Islam, namun harus menguasai ilmu- ilmu lainnya dan itu sangat memungkinkan karena era digital sangat membantu para guru untuk menguasai berbagai hal.

Sementara itu, H. Nur Khandir, Kepala MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan menyambut dengan baik peserta PPL untuk mengimplementasikan ilmunya dan menimba pengalaman di MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan.

BACA JUGA: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

H. Nur Khandir berpesan kepada kepada para praktikan agar bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kultur di MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan dan siap menghadapi tantangan karena MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan memiliki spesifikasi dan kultur yang berbeda dengan madrasah lain.

” MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan adalah perpaduan antara Darul Hadlonah ( bersubsidi) dan berbayar. Input siswanya ada yang ummi dan ada yang super. Latar belakang budayanya antara desa dan kota, dan perpaduan lainnya. Meskipun demikian tradisi juara menjadi karakter MA NU Nahdlatul Fata. Hal ini terbukti baru saja menyabet juara umum 2 dalam Lomba Mapel Olimpiade Ma’arif Nahdlatul Ulama (OMNU) yang diikuti 48 Madrasah Aliyah. Siswa- siswinya juga memperkuat Kontingen Perkemahan Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional yang berhasil menyabet juara umum 1. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi praktikan,” jelas H. Nur Khandir.

Acara penerjunan peserta MDSM Unisnu yang digelar di kantor Yapi Nahdlatul Fata selain dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan, Peserta PPL, juga dihadiri Kepala MTs Nahdlatul Fata, H. Subekhan dan jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. (Sub/ Naela/KA)

Related posts

Ngaji Minahussaniyah, Kiai Rusydi Ajak Tebar Kasih Sayang dan Jaga Asupan Halal

Asah Jiwa Kepemimpinan, Osis SMK Kholiliyah Bangsri Gelar LDKS.

Prihatin Radikalisme Pelajar, Hindun Anisah Sampaikan Paham Aswaja Annahdliyah dalam FGD Kurikulum CInta di Jepara