Kepala Kankemenag Jepara Dorong MGMP Bahasa Inggris KKMTs 02 Integrasikan Ekoteologi dan Mitigasi Bencana

Kepala Kankemenag Jepara membuka acara MGMP Bahasa Inggris KKMTs 02

​JEPARA | GISTARA. COM  – Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP) Bahasa Inggris 02 Jepara mendapat Program Pemberdayaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari Ditjen Pendis Kemenag RI Tahun Anggaran 2025. MGMP yang bernaung di bawah KKMTs 02 Jepara ini akan dilatih untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, lingkungan, dan teknologi dalam pembelajaran.

Bertempat di aula LP Ma’arif NU Jepara, Workshop peningkatan kompetensi guru dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin. Hadir dalam acara pembukaan Workshop Ketua KKMTs 02 Jepara, H. Achmad Makhali beserta jajaran Pengurus MGMP Bahasa Inggris KKMTs 02 Jepara.
​Kegiatan Workshop yang berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Januari 2026, ini fokus pada tiga pilar utama, yaitu Ekoteologi, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan Digitalisasi Pembelajaran.

BACA JUGA: Jepara Wood Carving Performance, Ikhtiar Lestarikan Seni Ukir

​Ketua MGMP Bahasa Inggris, Dewi Anizah, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga sekaligus memotivasi seluruh peserta. Ia menekankan betapa eksklusifnya program ini.

​”Kita harus bersemangat. Dari sekian banyak MGMP di tingkat Madrasah Tsanawiyah, hanya MGMP Bahasa Inggris 02 Jepara yang berhasil menerima program pemberdayaan ini. Ini adalah kesempatan langka untuk menyerap ilmu baru, termasuk materi khusus terkait kebencanaan yang sangat relevan saat ini,” ujar Dewi penuh semangat.

​Senada dengan hal tersebut, H. Achmad Makhali turut berpesan agar para peserta memanfaatkan momen ini semaksimal mungkin. Menurutnya, terpilihnya MGMP Bahasa Inggris 02 Jepara merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas pengajaran di kelas.

Kepala Kankemenag dan Peserta MGMP

​Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin saat membuka acara memberikan apresiasi tinggi atas program yang diterima MGMP Bahasa Inggris 02 Jepara. H. Akhsan menyebut langkah ini sebagai pola pikir out of the box.

​”Bantuan ini harus disyukuri karena tidak banyak yang menerima. MGMP Bahasa Inggris kini diajak melampaui sekadar tata bahasa, tetapi masuk ke ranah ekoteologi dan mitigasi bencana,” tutur H. Akhsan.

BACA JUGA: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

​Lebih lanjut, H. Akhsan menjelaskan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menjadi ruh dalam kegiatan ini. Menurutnya, pendidikan harus mencakup tiga hubungan fundamental, yaitu
​Hablun Minallah, menanamkan ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap proses belajar. ​Hablun Minannas, membangun kasih sayang antar sesama manusia, dan hablun minal alam, menjaga kelestarian alam sebagai bentuk syukur.

​”Kemenag harus hadir di tengah- tengah masyarakat. Saat kita mengajar anak didik, kita tidak hanya mentransfer ilmu, tapi menanamkan karakter dan ketakwaan. Inilah esensi dari Kurikulum Berbasis Cinta,” tambahnya.

​Selain penguatan karakter, workshop ini juga membekali guru dengan keterampilan digitalisasi pembelajaran untuk menghadapi tantangan zaman. Integrasi materi mitigasi bencana ke dalam kurikulum Bahasa Inggris diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya mahir berbahasa asing, tetapi juga tangguh dan peduli terhadap lingkungan sekitar. ( Sub/ MS/KA)

Related posts

Berprestasi, Sembilan Atlet Renang Jepara Terima Bonus

Adu Kreatifitas Siswa MTs-MA Safinatul Huda dalam Karnaval Haul  Mbah Kopek Sentono Sowan Kidul

Semarak Karnaval Haul Mbah Kopek Sentono ke-607: Wujud Pelestarian Tradisi dan Budaya