Latsar CPNS Tenaga Medis Tekankan Bela Negara melalui Layanan Kesehatan Berkualitas

SEMARANG | GISTARA.COM -Dari ruang widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Jawa Tengah di Semarang, Rabu (21/1/2025), Muh Khamdan, Widyaiswara Bapelkum Jawa Tengah, Kementerian Hukum, menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan publik tidak bisa dipisahkan dari kualitas aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kesadaran bela negara.

Di hadapan 20 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dari kalangan tenaga medis rumah sakit umum pemerintah (RSUP) pada kelompok 206, Khamdan menekankan bahwa profesionalisme pelayanan kesehatan adalah bentuk nyata pengabdian kepada bangsa.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang, Kementerian Kesehatan itu menempatkan agenda sikap dan perilaku bela negara sebagai fondasi pembelajaran. Bagi tenaga medis, nilai bela negara tercermin dalam integritas klinis, empati kepada pasien, dan komitmen memberikan layanan yang adil dan bermutu. “Negara hadir melalui tangan ASN. Ketika pelayanan kesehatan membaik, kepercayaan rakyat kepada negara ikut menguat baik,” ujar Khamdan.

BACA JUGA: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

Diskusi kelas berlangsung dinamis karena peserta diajak mengaitkan isu kebangsaan dengan realitas pelayanan kesehatan sehari-hari. Salah satunya disampaikan Yuyun Azizah Kudadiri dari BPFAK Medan yang mengangkat fenomena Jamu Party di kalangan Generasi Z. Tren ini dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat promotif-preventif kesehatan berbasis kearifan lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk kesehatan Indonesia.

Perspektif ketangguhan nasional juga mengemuka melalui paparan Nirwana Safitri dari RS Harapan Kita Jakarta dan tim, terkait integrasi medis dalam penanganan bencana. Dalam situasi krisis, tenaga medis dituntut sigap, adaptif, dan mampu bekerja lintas sektor. Kemampuan tersebut dinilai sebagai wujud bela negara nonmiliter yang langsung berdampak pada keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Shabrina Mutya Sari dari Poltekkes Tanjung Pinang dan tim, menyoroti pentingnya media publikasi kesehatan sebagai instrumen edukasi publik. Penyampaian informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami menjadi kunci mencegah kepanikan, menangkal disinformasi, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Sebuah peran strategis ASN dalam menjaga stabilitas bangsa antara klinis dan klenik.

Komitmen pada kemandirian nasional tercermin dalam paparan Sita Devi Anggraeni dari RSUP Kariadi Semarang mengenai penggunaan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri. Langkah ini bukan hanya meningkatkan keberlanjutan layanan kesehatan, tetapi juga mendukung industri nasional dan memperkuat ketahanan negara di sektor kesehatan.

Khamdan menegaskan bahwa Indonesia dengan kekayaan hayati, alam, dan sosialnya selalu berhadapan dengan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Karena itu, ASN, termasuk CPNS tenaga medis, harus dibekali kemampuan analisis lingkungan strategis agar mampu berperan sebagai pelaksana kebijakan publik yang responsif, pelayan masyarakat yang berintegritas, serta perekat persatuan bangsa.

Pelatihan Dasar CPNS ini menjadi ruang pembelajaran nilai dan refleksi peran. Bagi para peserta, bela negara bukan lagi konsep abstrak, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan melalui peningkatan mutu layanan kesehatan. Dari ruang kelas hingga ruang pelayanan, nilai-nilai Latsar diharapkan terus hidup sebagai fondasi pengabdian ASN bagi Indonesia. (AD)

Related posts

Bangun Regenerative Leadership, Badiklat Hukum Jateng Luluskan 5.092 Alumni Sepanjang 2025

Badiklat Hukum Jateng Bekali Peserta Magang Kemnaker

Polda Jateng Gelar Latpraops Lilin Candi 2025, Siap Strategi Hospitality dan Safety Sebagai Paradigma Baru Pola Pengaman Nataru