Solidaritas Kemanusiaan, KKM 02 dan LP Ma’arif NU Jepara Salurkan Bantuan ke Madrasah Sumberrejo

Ketua  LP Ma’arif NU Jepara memberikan bantuan ke perwakilan Madrasah  Miftahul Huda 

JEPARA  | GISTARA. COM – Solidaritas kemanusiaan ditunjukkan oleh jajaran pengurus KKM 02 dan LP Ma’arif NU Jepara. Pada Kamis (29/1/2026), rombongan melakukan kunjungan langsung untuk menyerahkan bantuan bagi RA, MI dan MTs Miftahul Huda Sumberrejo yang terkena dampak akibat diterjang banjir bandang beruntun dalam dua pekan terakhir.

Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua LP Ma’arif NU Jepara, Mualimin, didampingi oleh Ketua KKMI 02 Mustofa, Ketua KKMTs 02 Achmad Makhali, serta jajaran pengurus Ma’arif dan Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

Kegiatan ke Sumberrejo merupakan lanjutan dari rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan yang dilakukan di desa Tempur, keling oleh PCNU Jepara.

BACA JUGA: Bupati Jepara Usulkan Sekolah Terintegrasi di Karimunjawan kepada Mendikdasmen

11 Kali di Terjang Banjir

Kondisi di lokasi tampak sangat memprihatinkan. Endapan lumpur tebal masih menyelimuti halaman madrasah saat rombongan tiba. Luapan sungai yang berada tepat di samping sekolah menjadi pemicu utama musibah ini.

Kepala MTs Miftahul Huda Sumberrejo, Hanif Syaifudin, mengungkapkan betapa beratnya perjuangan pihak madrasah dalam menghadapi anomali cuaca ini.

“Tiap selesai dibersihkan, malamnya banjir lagi. Tercatat sudah sebelas kali air masuk ke dalam kelas dalam dua minggu terakhir,” tutur Hanif dengan nada getir.

Dampak lebih parah dialami oleh gedung MI, di mana derasnya arus air mengakibatkan salah satu tembok bangunan jebol. Tak hanya infrastruktur, akses pendidikan pun terancam.

Kepala MI Miftahul Huda, Nahri, melaporkan bahwa 38 siswanya yang berasal dari wilayah Pati kehilangan akses utama karena jembatan penghubung putus.

“Guru-guru kami harus turun tangan membantu siswa menyeberangi sungai setiap pagi dan siang agar mereka tetap bisa sekolah,” jelas Nahri.

BACA JUGA: Polisi Sigap Bersihkan Material Longsor di Keling Jepara

Ketua LP Ma’arif NU Jepara, Mualimin, menyerahkan secara simbolis bantuan untuk jenjang RA, MI, dan MTs di lingkungan Miftahul Huda. Beliau berharap dukungan ini dapat mempercepat proses pemulihan sarana pendidikan yang rusak.

Di sisi lain, Ketua KKMTs 02, Achmad Makhali, menekankan bahwa bantuan logistik saja tidak cukup. Beliau menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam menghadapi bencana tahunan ini melalui dua poin utama:

Pertama, Kurikulum Mitigasi Bencana: Memasukkan materi kebencanaan agar warga madrasah memiliki pola adaptasi yang tepat, baik dari sisi tindakan maupun konstruksi bangunan yang tahan bencana.

Kedua, Penerapan EWS (Early Warning System): Perlunya sistem peringatan dini yang efektif untuk meminimalisir risiko bagi warga madrasah dan masyarakat sekitar sebelum debit air mencapai titik bahaya.

Kunjungan ini ditutup dengan doa bersama. Harapannya, semangat gotong royong ini mampu membuat madrasah dan masyarakat Sumberrejo segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas belajar mengajar dengan normal. (KA)

Related posts

Gerai Dekranasda Resmi Dibuka, Jadi Destinasi Baru Wisata Belanja Produk Lokal di Jepara

Pemkab Jepara Perbaiki 24 Rumah Terdampak Bencana

Pastikan Harga dan Stok Sembako, Satgas Pangan Polres Jepara Sidak Pedagang