PC RMI NU Kudus Jajaki Kolaborasi Pengembangan Pesantren dengan PSPLK UIN Sunan Kudus

Pengurus  RMI NU Kudus  berdiskusi  dengan  Kepala PSPLK UIN Sunan Kudus

KUDUS | GISTARA. COM — Dinamika perkembangan pesantren yang terus bergerak seiring perubahan regulasi dan kultur masyarakat menuntut pondok pesantren untuk senantiasa adaptif. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah, tetapi juga dengan respons empiris dunia pesantren terhadap perubahan sosial dan pendidikan secara umum.

Berangkat dari kepedulian terhadap penguatan dan pengembangan pesantren, Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Kabupaten Kudus melakukan kunjungan ke Pusat Studi Pesantren dan Literasi Keagamaan (PSPLK).

BACA JUGA: Bupati Jepara Dorong Petani Muda Ambil Bagian dalam Pemenuhan Kebutuhan Sayuran Program MBG

Kunjungan ini dimaksudkan untuk membahas sejumlah agenda strategis terkait pengembangan pesantren dan dinamika masyarakat dalam merespons eksistensi pesantren saat ini.
Rombongan PC RMI NU Kudus yang dipimpin Ketua PC RMI NU, KH Hifni Masih atau yang akrab disapa Gus Hifni, disambut langsung oleh Kepala PSPLK UIN Sunan Kudus, Dr KH M Shohibul Itmam, S.Th.I, M.H., yang familiar dengan sapaan Pak Itmam.

Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana dan bersahaja di ruang tamu LPPM UIN Sunan Kudus, kedua belah pihak membahas peluang kolaborasi jangka pendek.

Kepala PSPLK UIN Sunan Kudus bersama PC RMI Kudus

Salah satu agenda yang disiapkan adalah pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) strategi manajemen pengembangan pesantren pasca-diterbitkannya Undang-Undang Pesantren Nomor 18 Tahun 2019, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kita akan adakan diklat, dan untuk materi maupun narasumber bisa bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus yang memang memiliki konsentrasi kajian pesantren,” ujar Gus Hifni.

BACA JUGA: Tembus Fortune Global 500, PLN Terus Perkuat Daya Saing di Kancah Dunia

Ia juga menegaskan komitmen PC RMI NU Kudus dalam mendorong kemandirian pesantren, agar tidak mudah terpengaruh oleh dinamika politik yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi mengganggu eksistensi pesantren dalam berkhidmah kepada umat.

Menanggapi hal tersebut, Pak Itmam menyampaikan apresiasi atas kunjungan PC RMI NU Kudus. Ia menyatakan kesiapan PSPLK untuk berkolaborasi dan menjadikan pesantren di Kabupaten Kudus sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan pesantren di kawasan Muria Raya, Karesidenan Pati, hingga wilayah Pantura Jawa. (KA)

Related posts

BAZNAS Jepara Salurkan Zakat Produktif untuk 24 Warga Donorojo, Dorong Pengembangan Usaha

Tingkatkan Transparansi, Diskominfo Jepara Gelar Sosialisasi KIP

16 Pasar di Jepara Diajukan Revitalisasi ke Pemerintah Pusat