Tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti Lailatul Ijtima’
JEPARA |GISTARA. COM – Suasana religius menyelimuti Musholla Al-Azhar RT 9 RW 3 Desa Suwawal, Jumat (13/2/2026) malam. Para jamaah menghadiri Pengajian Lailatul Ijtima’ yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Suwawal sebagai ikhtiar mempererat silaturahim sekaligus memantapkan bekal spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Ustad Abdul Ghoni. Lantunan doa dan dzikir menggema khidmat, terlebih malam itu bertepatan dengan haul Mbah Yakun.
Sebelumnya, pada pagi hari, para jamaah juga telah melaksanakan ziarah di maqbarah Mbah Yakin.
BACA JUGA: Jepara Darurat Miras? Polres Jepara Sita Ribuan Botol Miras
Pengurus Musholla Al-Azhar, Miftahussururi, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mendukung kegiatan Lailatul Ijtima’. Ia berharap, semangat perjuangan dan keteladanan Mbah Yakun dapat terus diteladani oleh generasi penerus.
“Semoga kita bisa meneladani perjuangan beliau dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting NU Suwawal, Kyai Sya’roni, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang untuk menimba ilmu sebagai bekal hidup dunia dan akhirat.
Menurutnya, pelaksanaan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan Syakban, yang disebutnya sebagai pintu gerbang menuju Ramadan.
“Lailatul Ijtima’ ini menjadi pemanasan spiritual untuk menjemput bulan suci Ramadan. Kita siapkan iman dan kesehatan agar bisa menjalani ibadah dengan maksimal,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penentuan awal Ramadan tetap menunggu rukyatul hilal dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sehingga warga diimbau mengikuti dawuh para kiai.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memakmurkan musholla dengan berbagai kegiatan positif selama Ramadan.
“Lailatul Ijtima’ ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahim antara pengurus NU, umara, ulama, dan masyarakat. Ilmu yang kita peroleh dari ngaji harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
BACA JUGA: APBDesa 2026 Turun Drastis, Bupati Jepara Dorong Kemandirian Desa
Acara dilanjutkan dengan pengajian kitab Sulam Taufiq oleh Kyai Asrofi Musoffikin, Rais Syuriah Ranting NU Suwawal. Ia mengawali dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus, mulai dari Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah, atas kekompakan dalam menjaga kegiatan Lailatul Ijtima’.
Dalam kajiannya, Kyai Asrofi mengulas pasal tentang maksiat tangan, ia mengajak jamaah untuk lebih berhati-hati dalam berperilaku dan menggunakan anggota tubuh sesuai tuntunan syariat.
Ia juga menekankan pentingnya niat yang sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan.
Melalui Lailatul Ijtima’, NU Suwawal kembali menegaskan komitmennya menjaga tradisi keilmuan, memperkuat ukhuwah, serta membangun kesiapan spiritual masyarakat dalam menyambut Ramadan dengan penuh keimanan dan kebersamaan.(KA)