Kuatkan Literasi Menulis, MA Miftahul Huda Bulungan Gelar Workshop Jurnalistik

Khoirul Muslimin sampaikan materi jurnalisitik

JEPARA | GISTARA. COM – Suasana Aula MA Miftahul Huda Bulungan di Pakisaji tampak semarak saat siswa-siswi kelas X, XI, dan XII mengikuti Pelatihan Menulis Berita dengan penuh antusias.

Kegiatan ini diisi oleh Khoirul Muslimin, Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara, serta menjadi ruang belajar bersama untuk melatih kepekaan terhadap peristiwa, merangkai informasi secara runtut, dan menumbuhkan semangat literasi di lingkungan madrasah, Sabtu (13/2/2026).

Menurut Nurus Salam selaku perwakilan dewan guru dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara yang telah memberikan Pelatihan Menulis Berita. Dengan demikian, siswa-siswi dapat meningkatkan branding madrasah dan mempublikasikan informasi madrasah secara lebih luas.

“Terima kasih karena telah memberikan pelatihan menulis berita kepada madrasah kami. Semoga ilmu yang diterima menjadi ilmu yang bermanfaat dan siswa-siswi memiliki keterampilan menulis berita dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Tragedi Miras Oplosan, Polres Jepara Tetapkan 3 Tersangka

Nurus menambahkan bahwa kegiatan ini dapat membekali pengetahuan mengenai kejurnalistikan secara lebih mendalam. Ke depan, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA Miftahul Huda diharapkan memiliki kegiatan rutin untuk meningkatkan literasi siswa, khususnya dalam bidang penulisan dan publikasi berita.

Dalam paparannya, Khoirul Muslimin selaku pemateri sekaligus Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara menyampaikan materi mengenai teknik menulis berita straight news serta penerapan rumus 5W+1H (what, who, where, when, why, how) dalam penyusunan naskah berita.

Ia menegaskan bahwa rumus tersebut merupakan dasar penting bagi setiap penulis berita untuk memastikan informasi tersampaikan secara lengkap dan akurat.

Selain itu, ia juga memaparkan struktur atau anatomi berita yang meliputi headline, lead, body, dan leg berita.

Narasumber bersama peserta workshop

Ia menyampaikan bahwa dalam penulisan berita, bagian lead berfungsi untuk menjawab unsur what, who, when, dan where. Adapun bagian body ditujukan untuk menjawab unsur why dan how melalui pengembangan fakta, penjelasan lanjutan, serta penyajian kutipan narasumber.

“Dalam menulis berita pada bagian body, gunakan kombinasi kalimat langsung dan tidak langsung agar informasi lebih kaya dan tetap jelas,” ucap Khoirul saat menyampaikan materi Jurnalistik dihadapan pada siswa.

Ia menjelaskan bahwa kalimat langsung digunakan ketika wartawan ingin menampilkan pernyataan apa adanya dari narasumber sehingga memperkuat otentisitas berita.

BACA JUGA: APBDesa 2026 Turun Drastis, Bupati Jepara Dorong Kemandirian Desa

Sementara itu, kalimat tidak langsung dipakai ketika wartawan perlu merangkum, menjelaskan, atau menyederhanakan pernyataan narasumber agar lebih komunikatif bagi pembaca.

Khoirul Muslimin juga menuturkan bahwa dalam penulisan bagian body, wartawan wajib mencantumkan identitas narasumber berupa nama dan jabatan secara jelas. Dalam kaidah jurnalistik, penulis tidak diperkenankan menggunakan kata sapaan seperti Bapak, Ibu, atau Saudara, serta tidak menuliskan gelar akademik, karena berita harus bersifat setara, objektif, dan tidak mengunggulkan status sosial tertentu.

Citra, salah satu peserta Pelatihan Menulis Berita, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus menyenangkan untuk diikuti. Ia merasa memperoleh pengalaman baru dalam memahami teknik dasar penulisan berita serta cara menyampaikan informasi secara runtut dan menarik.

“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini karena dapat menambah wawasan menulis berita. Semoga kegiatan ini bisa menjadi program rutin di madrasah,” ungkapnya. (KA)

Related posts

EduTechnoFest 2026, Panggung Lahirnya Generasi Berprestasi

Musam Ambalan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan, Tetapkan Fikron dan Salvalita Jadi Pradana

MC-FEST 2026, MTsN 1 Jepara Wadah Prestasi dan Kreativitas Pelajar