JEPARA | GISTARA.COM – Suasana Ruang Seminar Fakultas Komunikasi dan Desain lantai 4 Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara tampak semarak. Para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas Dalam Negeri (BCB DN) antusias mengikuti pembinaan bertema Growth Mindset dan Personal Branding, sebuah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pola pikir serta membangun citra diri positif di era kompetitif, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa BCB DN UNISNU Jepara angkatan 2 dan 3 sebagai bagian dari upaya pengembangan kualitas diri, baik dari segi pola pikir maupun kemampuan membangun citra diri yang positif. Pembinaan ini menghadirkan Khoirul Muslimin sebagai pemateri yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki growth mindset serta membangun personal branding sejak dini.
Khoirul Muslimin, mentor BCB sekaligus Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain, dalam paparannya menyampaikan bahwa growth mindset adalah pola pikir yang meyakini potensi individu dan atribut psikologis dapat berkembang melalui kerja keras. Sementara itu, fixed mindset merupakan pola pikir yang menganggap potensi individu dan atribut psikologis bersifat tetap dan tidak dapat berkembang.
BACA JUGA: Bupati Jepara: Opsen Pajak Untuk Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat
“Growth mindset meyakini bahwa kecerdasan, bakat, dan karakter dapat berkembang. Kesulitan dan kegagalan menjadi jalan untuk bertumbuh, serta usaha dan kerja keras berkontribusi pada kesuksesan,” terangnya saat memberikan pembinaan.
Ia menambahkan, manfaat growth mindset antara lain meningkatkan motivasi, meningkatkan kinerja, dan membangun resiliensi yang tinggi.
Mahasiswa BCB DN Unisnu Jepara
“Cara memiliki growth mindset yaitu fokus pada tujuan, memiliki keinginan untuk terus belajar, menghargai proses, menerima kritik, serta mengembangkan diri secara berkelanjutan,” tuturnya.
Dalam pembinaan tersebut, Khoirul Muslimin juga memberikan pemahaman tentang personal branding sebagai proses strategis untuk menciptakan, memosisikan, dan mempertahankan kesan positif tentang diri yang dibangun dari kombinasi keterampilan tertentu.
“Dari pengertian itu, dapat diartikan bahwa dalam personal branding kita harus mampu menunjukkan kemampuan secara profesional di hadapan orang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, cara membangun personal branding antara lain dengan menjaga orisinalitas, yakni memiliki keunikan yang membedakan dari orang lain. Selain itu, penting untuk menghasilkan karya dan bersikap konsisten, berani mengambil risiko, serta mengeksekusi ide dan gagasan.
“Langkah-langkah membangun personal branding dimulai dari mengenali diri, menentukan target audiens, menyusun pesan utama, menjaga konsistensi visual dan digital, memanfaatkan media sosial, serta memperluas jejaring dan kolaborasi,” pungkasnya (AD)