JEPARA | GISTARA.COM – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jepara melakukan kunjungan audiensi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara pada Selasa (24/02/26).
Dalam pertenuan tersebut PC PMII di wakili oleh Fazari (Ketua Umum), Ahyar Rudy (Sekretaris Umum), dan Hisyam (Bendara Umum) Sedangkan dari KPU terdiri dari Ketua KPU Ris Andy, dan Anggota KPU yakni Muhammadun, Haris Budiawan, Siti Suryani dan Siti Nur Wahidatun serta didampingi Sekretaris KPU.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan program kerja serta memperkuat peran pemuda dalam pengawalan demokrasi di tingkat daerah dan Melanjutkan Estafet Kerja Sama Nasional.
BACA JUGA: Disiapkan anggaran Rp197,16 Miliar, 185 Kilometer Jalan di Jepara Segera Dimuluskan
Ketua PC PMII Jepara menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan langkah konkret untuk menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara Pengurus Besar (PB) PMII dengan KPU RI.
PMII berkomitmen agar sinergi di level pusat tersebut dapat terimplementasi dengan baik di Kabupaten Jepara.
“Kami ingin memastikan bahwa kesinambungan kerja sama antara PB PMII dan KPU RI benar-benar menyentuh akar rumput. Salah satunya melalui rencana program kepemudaan yang akan kami galakkan di Jepara pasca-Lebaran mendatang,” ujar Fazari
Selain menawarkan kolaborasi kegiatan, PMII juga menyoroti pentingnya aksesibilitas riset data bagi mahasiswa untuk kepentingan akademik dan pengembangan literasi politik di Jepara.
Menanggapi hal tersebut Respons KPU Jepara terbuka untuk Kolaborasi Ide.
KPU Jepara menyambut hangat kehadiran aktivis PMII. KPU menegaskan bahwa pintu kolaborasi selalu terbuka, terutama dalam hal pendidikan pemilih dan pemutakhiran data.
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh pihak KPU Jepara antara lain:
Pertama, Akses Data. KPU menjamin bahwa riset data dapat diakses oleh rekan-rekan mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kedua, Saat ini KPU fokus pada pendidikan pemilih pemula, tahapan pemilu, serta pemutakhiran data pemilih dan partai politik.
Ketiga, Keterbatasan Anggaran: Mengingat tahun ini tidak sedang dalam tahapan pemilu besar, anggaran KPU bersifat terbatas. Namun, hal ini tidak menutup ruang kerja sama.
“Tahun ini memang tidak ada alokasi anggaran khusus untuk kegiatan besar karena anggaran KPU muncul saat tahapan pemilu berjalan. Namun, kami sangat siap membantu dalam hal sumbangsih pemikiran, tenaga, dan penyediaan ruang diskusi bagi kader-kader PMII,” ungkap Ketua KPU Jepara.
Ketua KPU menyampaikan juga nantinya MOU akan dilaksanakan setelah lebaran, menunggu semua organisasi kepemudaan melakukan regenerasi kepemimpinam. Dan untuk program kerjasama tersebut juga dilakukan pasca MOU tersepakati dan tertanda tangani .
Suasana Audiensi
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat KPU Jepara tersebut berjalan dengan suasana yang hangat namun tetap formal. Terjadi dialog dua arah yang konstruktif, di mana kedua belah pihak sepakat bahwa pendidikan politik bagi kaum muda adalah investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi di Jepara. (AD)