Dongkrak Daya Jual Produk Furnitur, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Ilustrasi JIFBW

JEPARA | GISTARA. COM – Pemerintah Kabupaten Jepara mematangkan persiapan penyelenggaraan Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) yang akan digelar pada 8–11 Maret 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam zoom meeting dengan Metro TV di Ruang Kerja Bupati Jepara, Kamis (05/03/2026).

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan pameran internasional tersebut sudah berjalan cukup matang. Tahun ini JIFBW akan digelar dengan konsep hybrid exhibition, yakni memadukan pameran secara offline dan online.

“Persiapan sudah cukup matang. Pameran JIFBW akan dilaksanakan pada 8 sampai 11 Maret dengan konsep hybrid exhibition, baik secara offline maupun online,” ujar Witiarso.

BACA JUGA: Aliansi Mahasiswa Jepara Gelar Panggung Bebas: Menagih Reformasi Polri dan Penegakan HAM

Ia menjelaskan, konsep JIFBW di Jepara memiliki perbedaan dengan pameran furnitur pada umumnya. Jika biasanya hanya menyediakan satu lokasi pertemuan antara buyer dan seller, pada JIFBW para pembeli justru akan diajak langsung mengunjungi workshop maupun pabrik furnitur.

“Yang membedakan, kegiatan ini lebih fokus pada kunjungan buyer ke workshop atau factory. Jadi tidak hanya satu meeting point, tetapi buyer akan diantar langsung ke pabrik. Ini hanya ada di Jepara yang bisa visit langsung ke factory,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya jual produk furnitur Jepara di pasar nasional maupun internasional. Ia optimistis kondisi pasar furnitur tahun ini akan semakin membaik.

Selain itu, Witiarso menekankan pentingnya peningkatan kualitas desain agar produk furnitur Jepara mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pasar global.

“Kita terus meningkatkan desain supaya bisa menangkap kebutuhan pasar. Ini menjadi tantangan agar produk Jepara bisa diterima baik di pasar lokal maupun internasional,” tambahnya.

BACA JUGA: Yuk Sambut Nuzulul Qur’an!

Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus memberikan dukungan kepada pelaku industri furnitur, termasuk memfasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran. Pada ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) tahun ini, sekitar 20 pelaku usaha Jepara difasilitasi untuk mengikuti pameran.

Setelah IFEX, JIFBW akan menjadi ajang lanjutan untuk mempromosikan tidak hanya produk furnitur, tetapi juga ekosistem industri mebel Jepara secara keseluruhan.

“Jepara memiliki banyak produk unggulan yang tersebar di desa-desa. Ini akan kita dorong menjadi bagian dari wisata,” katanya.

Bahkan, dalam upaya memperkuat pasar global, beberapa perusahaan furnitur Jepara juga dijadwalkan mengikuti pameran di Dubai.

“Tahun ini ada sekitar 4 sampai 6 perusahaan yang akan berangkat ke Dubai untuk pameran dalam rangka penguatan furnitur Jepara di pasar internasional,” ungkap Witiarso.

Selain bisnis, JIFBW juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata. Salah satunya dengan menggabungkan kunjungan industri dengan destinasi wisata unggulan seperti Karimunjawa.

“Tahun lalu kunjungan website JIFBW mencapai sekitar 35 ribu. Ke depan kita ingin menggabungkan kegiatan bisnis ini dengan pariwisata, salah satunya Karimunjawa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Konsorsium Jepara Gerak Andang Wahyu Trianto mengatakan bahwa JIFBW 2026 mengusung tema “Futuring Tradition”, yang menekankan pengembangan industri furnitur berbasis tradisi dengan pendekatan pemasaran modern.

“Tema Futuring Tradition ini penting agar industri furnitur Jepara tidak tertinggal dengan perkembangan industri yang sudah up to date,” katanya.

Ia menambahkan bahwa JIFBW menjadi upaya bersama untuk mempertahankan identitas furnitur Jepara sekaligus memperkuat daya saing di pasar global. Menurut Andang, keunikan Jepara terletak pada keberagaman klaster produksi di berbagai desa yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri.

“Masing-masing desa mempunyai karakteristik furnitur yang berbeda. Klaster-klaster itu nantinya bisa dikunjungi langsung oleh buyer,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa teknik produksi furnitur di Jepara kini terus berkembang sehingga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pembeli dan tren desain global. Berbeda dengan pameran furnitur pada umumnya, JIFBW digelar secara menyeluruh di berbagai lokasi di Jepara. Konsep ini memungkinkan pembeli dan penjual untuk berinteraksi langsung di tempat produksi.

“Perbedaan JIFBW adalah dilaksanakan di seluruh Jepara. Pembeli dan penjual bisa berinteraksi langsung, dan seluruh pelaku industri menjadi bagian dari pameran ini,” pungkasnya. (KA)

Related posts

Jaga Kualitas Layanan dan Keamanan Pangan, Pengawasan Program MBG di Jepara Diperketat

Mudik Gratis 2026, Pemkab Jepara Sediakan Dua Bus 

Aliansi Mahasiswa Jepara Gelar Panggung Bebas: Menagih Reformasi Polri dan Penegakan HAM