Menyingkap Keagungan Lailatul Qadar

Ilustrasi: freepik 

GISTARA.COM – Dalam bulan suci Ramadhan, umat Islam meyakini adanya satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam penuh kemuliaan ini menjadi momen yang sangat dinantikan, karena setiap amal kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang berlipat ganda, bahkan lebih baik dibandingkan ibadah selama sekitar 83 tahun

Dilansir dari NU Online, Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh berkah, malam yang mulia, serta memiliki berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki malam lainnya. Ulama besar Syaikh Muhammad Abduh memaknai kata al-Qadar sebagai “takdir”. Menurutnya, pada malam itu Allah SWT menetapkan jalan agama-Nya serta menentukan arah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyeru umat manusia menuju jalan yang benar.

Melalui risalah tersebut, manusia dibebaskan dari kerusakan dan kehancuran yang sebelumnya membelenggu kehidupan mereka.

BACA JUGA: JIF-BW 2026 Digelar, Teguhkan Jepara Sebagai Kota Ukir Dunia

Selain dimaknai sebagai takdir, kata al-Qadar juga diartikan sebagai al-syaraf yang berarti kemuliaan atau kebesaran. Pada malam itulah Allah SWT memuliakan Nabi Muhammad SAW dengan risalah terakhir serta mengangkat beliau sebagai Rasul penutup bagi seluruh umat manusia.

Isyarat tentang kemuliaan malam tersebut dijelaskan dalam Surah Al-Qadar, yang menegaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadar ayat 1–5, yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”

Dari ayat tersebut, jelas bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki keistimewaan luar biasa dibandingkan malam-malam lainnya. Siapa pun yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, dzikir, dan doa, akan memperoleh pahala yang berlipat ganda, seakan-akan beribadah selama seribu bulan.

BACA JUGA: Yuk Cek Anggaran MBG!, Ibnu Hajar: Pelaksanaan Program MBG  di Daerah Berjalan Sesuai Pembagian Kewenangan

Keagungan Lailatul Qadar juga terletak pada dua kemuliaan besar, yakni turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia dan turunnya para malaikat dalam jumlah yang sangat banyak, termasuk Malaikat Jibril.

Para malaikat turun membawa kedamaian, cahaya, dan kesejahteraan bagi hamba-hamba Allah yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Turunnya Al-Qur’an pada malam tersebut menjadi peristiwa agung dalam sejarah umat manusia.

Peristiwa itu menandai dimulainya kehidupan baru yang terbebas dari kesesatan dan kedzaliman, menuju jalan kebenaran yang hakiki. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadhan, dengan harapan dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. (KA)

Related posts

Kisah Inspiratif Polwan Hafizah Ditpolairud Polda Jateng, Dalami Qirā’ah Sab’ah di Bulan Ramadhan

‎Yuk Sambut Nuzulul Qur’an!

Doa Bersama Warnai Perpisahan KKN UNISNU Sumosari 2, Wujud Syukur dan Kedekatan dengan Warga