Momentum WFA Lebaran, CPNS Bappenas Justru Produktif Lewat Inovasi dari Daerah

JEPARA | GISTARA. COM – Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan Seminar Rancangan Aktualisasi bagi ASN Muda di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas, Selasa, 17 Maret 2026. Di tengah momentum work from anywhere (WFA) menjelang Lebaran, kegiatan tetap berlangsung secara daring melalui Zoom. Dari Jepara, Dr. Muh Khamdan, widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Kementerian Hukum, memimpin jalannya seminar rancangan yang menjadi puncak proses pembelajaran selama dua pekan terakhir.

Tak hanya coach yang berada di kampung halaman, 11 peserta ASN muda juga mengikuti seminar dari berbagai daerah. Mereka tersebar dari Bandung, Indramayu, Jakarta, hingga Kayong Utara di Kalimantan Barat. Meski terpisah jarak, semangat diskusi dan pertukaran gagasan tetap terasa intens, mencerminkan fleksibilitas kerja ASN era digital tanpa mengurangi kualitas substansi.

Forum ini menjadi ruang aktualisasi ide bagi ASN muda yang berada di lingkaran think tank perencanaan pembangunan nasional. Berbagai inovasi yang dipresentasikan mencerminkan kapasitas analitis sekaligus sensitivitas terhadap problem kebijakan publik, khususnya di bidang perencanaan dan statistik. Setiap peserta membawa isu nyata dari unit kerja masing-masing.

BACA JUGA: H. Ulil Albab, S.Psi, M.AP., Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sejumlah gagasan yang muncul tak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berbasis pendekatan analisis yang terukur. Para peserta memanfaatkan teknik analisis McNamara yang menekankan efektivitas, efisiensi, dan kemudahan implementasi. Selain itu, digunakan pula pendekatan fishbone, USG (Urgency, Seriousness, Growth), dan SWOT untuk memperkuat argumentasi kebijakan.

Dalam seminar tersebut, peran penguji dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta, Syahrul Bayuadi, menjadi penting dalam memberikan penguatan konseptual dan kritik konstruktif. Ia menekankan pentingnya kesinambungan antara gagasan inovatif dengan kerangka kebijakan nasional serta implementasi yang realistis di lapangan.

Seminar via Zoom

Para mentor yang berasal dari berbagai institusi, seperti Kementerian PPN/Bappenas, RSUD Indramayu, dan Pemerintah Daerah Kayong Utara, turut memberikan perspektif implementatif. Pendampingan ini diharapkan mampu menjembatani antara ide dan realisasi di satuan kerja masing-masing.

Salah satu gagasan menarik datang dari Niken Nuraini Nissa, perencana di bidang kerja sama luar negeri. Ia mengusulkan Global Fund Flow, sebuah panduan operasional untuk pengelolaan dan pengembangan kerja sama pembiayaan serta hibah luar negeri. Gagasan ini dinilai strategis dalam memperkuat tata kelola pembiayaan pembangunan berbasis global partnership.

BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sementara itu, Muhammad Jodi Pratama, seorang statistisi Bappenas, menghadirkan inovasi Proper SBSN. Inisiatif ini berfokus pada transformasi proses bisnis pengelolaan proyek berbasis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dengan tujuan meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas monitoring proyek.

Di sektor keuangan daerah, Tyas Anung Wening dari Direktorat Pemerintahan Keuangan Daerah dan Transfer Daerah menawarkan DAK FRAME. Gagasan ini berupa kerangka operasional perencanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disusun sesuai regulasi, sekaligus memberikan panduan praktis bagi pemerintah daerah.

Dr. Muh Khamdan sebagai coach menegaskan bahwa seluruh proses coaching bukan sekadar latihan akademik, tetapi latihan kepemimpinan perubahan. Ia menekankan pentingnya implementasi nilai BerAKHLAK dalam setiap inovasi, dengan mengedepankan sikap adaptif dan kolaboratif. Menurutnya, ASN muda harus mampu menjadi pelopor perubahan yang menghadirkan solusi nyata, berdampak, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan publik. (KA)

Related posts

H. Ulil Albab, S.Psi, M.AP., Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Tumpah Ruah, Ribuan Warga Saksikan Festival Thongtek Piala Bergilir Bupati Jepara 2026

Lantik 57 Pejabat, Bupati Jepara Tekankan Pelayanan Publik Lebih Optimal