Dari Bapelkum Semarang Ikuti Halal bi Halal DPP APWI, Widyaiswara Kunci Transformasi ASN

SEMARANG | GISTARA. COM – Suasana hangat Idul Fitri masih terasa ketika layar virtual di ruang widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Kementerian Hukum, menampilkan wajah-wajah kolega dari berbagai penjuru negeri. Selasa (31/3/2026).

Dr. Muh Khamdan tampak mengikuti Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI). Meski terpisah jarak, semangat kebersamaan terasa menyatu dalam satu ruang digital yang penuh makna.

Kegiatan nasional ini dipusatkan di Aula Pusdiklat Bea dan Cukai, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Rawamangun, Jakarta Timur. Dari sana, gelombang silaturahmi mengalir ke berbagai daerah, termasuk ke Semarang. Mengusung tema besar tentang kebersamaan menuju Indonesia Emas 2045, acara ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi kolektif atas peran strategis widyaiswara di masa depan.

BACA JUGA: Bela Negara Berbasis Ketahanan Pangan, Bapelkum Semarang Latih ASN Muda dengan Analisis Strategis

Dr. Muh Khamdan, yang aktif terlibat dalam penguatan kapasitas aparatur, terlihat mencatat sejumlah poin penting sepanjang kegiatan berlangsung. Baginya, forum ini bukan hanya ajang temu kangen pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang pembelajaran lintas institusi yang memperkaya perspektif dalam menjalankan peran sebagai widyaiswara.

Ketua Umum DPP APWI, Sugihardjo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga soliditas profesi di tengah dinamika perubahan birokrasi. Ia menyebut widyaiswara sebagai simpul penting dalam membentuk ASN yang adaptif, profesional, dan berintegritas. Pesan ini menggema kuat, termasuk di ruang kerja sederhana tempat Dr. Khamdan mengikuti kegiatan tersebut.

Kehadiran Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai, Mochamad Mulyono, turut memperkuat nuansa strategis acara. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak bisa dilepaskan dari kualitas proses pembelajaran yang diorkestrasi oleh widyaiswara. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi profesi tersebut.

Dr. Muh Khamdan Widyaiswara Bapelkum Semarang

Sementara itu, Direktur dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Yogi Suwarno, Ph.D., menyoroti pentingnya transformasi pembelajaran ASN yang lebih inovatif dan berbasis kebutuhan zaman. Ia mengajak widyaiswara untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika global.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, sesi halal bi halal menjadi momen emosional yang menyentuh. Saling memaafkan dan bertukar doa menjadi pengingat bahwa di balik profesionalisme, terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang mengikat kuat komunitas widyaiswara. Dr. Khamdan pun terlihat larut dalam suasana tersebut, sesekali tersenyum ketika melihat rekan sejawat.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi forum konsolidasi profesi yang strategis. Para widyaiswara dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memperkuat komitmen bersama untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Di tengah tuntutan reformasi birokrasi, peran mereka semakin krusial sebagai fasilitator pembelajaran dan agen perubahan.

BACA JUGA: Widyaiswara Bapelkum Semarang Dorong ASN Muda Kemensetneg Kembangkan Layanan Berbasis HAM

Tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan Widyaiswara Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045” terasa relevan dengan tantangan zaman. Bagi Dr. Muh Khamdan, kebersamaan ini adalah energi kolektif yang harus terus dirawat agar mampu melahirkan inovasi dalam pengembangan kompetensi ASN.

Menutup kegiatan, harapan besar pun mengemuka. Widyaiswara Indonesia diharapkan semakin solid, profesional, dan visioner dalam menjalankan perannya. Dari ruang sederhana di Semarang hingga aula besar di Jakarta, semangat yang sama mengalir: membangun aparatur negara yang unggul demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang. (KA)

Related posts

Bela Negara Berbasis Ketahanan Pangan, Bapelkum Semarang Latih ASN Muda dengan Analisis Strategis

Dari Bapelkum Semarang, Inspirasi Benchmarking Layanan untuk ASN Pertanian Indonesia

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Gandeng KPK