BPIH  Dipastikan Tak Ada Kenaikan

JEPARA | GISTARA. COM — Perang antara Iran dan Amerika Serikat dan Israel dipastikan tak mempengaruhi jadwal keberangkatan jemaah haji asal Indonesia, termasuk Jepara. Selain itu, meski geopolitik di Timur Tengah (Timteng) memanas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang ditanggung jemaah dipastikan tak ada kenaikan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Abdul Wachid saat kegiatan Manasik Haji Terintegrasi yang digelar di Gedung Haji Kabupaten Jepara, Kamis (09/04/2026). Manasik haji ini yang menjadi bagian penting persiapan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci ini diikuti 1.547 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Jepara.

Hadir juga Bupati Jepara Witiarso Utomo, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati dan para tokoh ormas keagamaan di Kota Ukir.

Menurut pimpinan Komisi Haji yang mitra kerjanya Kemenhaj ini, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan lancar meskipun konflik Iran – AS dan Israel belum ada tanda-tanda bakal segera berakhir.

BACA JUGA: Ziarah Leluhur Awali HUT Jepara ke-477, Bupati Witiarso: Merawat Sejarah, Menguatkan Masa Depan

“Haji tetap berjalan dengan baik, tidak ada dampak dari perang di Timur Tengah. Jadi jenengan semua tidak perlu khawatir,” kata wakil rakyat asal Margoyoso Kalinyamatan Jepara ini.

Jemaah haji asal Jepara terbagi menjadi lima kloter. Kloter pertama (kloter 36) dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026. Selanjutnya giliran kloter 37, 38 dan seterusnya.

Abdul Wachid menambahkan berdasar hasil koordinasi dengan pemerintah, jemaah haji reguler juga tidak dibebankan kenaikan biaya avtur pesawat yang melonjak seiring terganggunya pasokan minyak dari Timteng.

Padahal jika biaya avtur itu dibebankan, nominalnya bisa mencapai Rp7–8 juta per jemaah.

“Presiden Prabowo sudah menegaskan tidak boleh membebani jemaah. Jadi haji tetap sesuai jadwal dan biayanya juga tetap,” paparnya.

BACA JUGA: Halal Bihalal NU-Muhammadiyah, Sinergi Wujudkan Jepara MULUS

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati, menjelaskan total peserta manasik terdiri dari 1.433 jemaah haji reguler, 6 pembimbing KBIHU, serta 8 petugas haji daerah. Seluruh peserta telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

“Peserta manasik tahun ini berjumlah 1.547 orang yang tersebar di 16 kecamatan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Jepara yang sangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Dari total tersebut, mayoritas jemaah adalah perempuan sebanyak 857 orang, sementara laki-laki berjumlah 690 orang. Kecamatan Pecangaan menjadi penyumbang jemaah terbanyak dengan 157 orang, disusul Kecamatan Tahunan dan Kalinyamatan.

Sementara di tingkat desa, Desa Troso mencatat jumlah terbanyak dengan 43 jemaah.

Dari sisi usia, terdapat 296 jemaah lanjut usia (65–79 tahun) serta 51 jemaah berusia di atas 80 tahun. Jemaah tertua berusia 85 tahun, sedangkan yang termuda berusia 16 tahun. Latar belakang pendidikan pun beragam, mulai dari jenjang dasar sebanyak 450 orang hingga satu orang bergelar doktor.

Secara profesi, jemaah didominasi sektor swasta sebanyak 421 orang, diikuti sektor perdagangan 324 orang, serta ibu rumah tangga sebanyak 285 orang.

BACA JUGA: Wisata Religi  Masjid Mantingan, Jejak Sejarah Islam di Jepara

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para calon jemaah haji.

“Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya menghadirkan dukungan terbaik demi kelancaran dan kenyamanan calon jamaah haji dalam menunaikan ibadah haji,” kata Witiarso.

Ia juga menyebut bahwa Jepara kini menempati peringkat ketiga jumlah jemaah terbanyak se-Jawa Tengah, sekaligus mencatat sejarah sebagai keberangkatan haji pertama yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Pemkab Jepara menyediakan fasilitas transportasi bus dari Jepara menuju Asrama Haji Donohudan, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Selain itu, disiapkan pula konsumsi selama perjalanan serta layanan truk untuk pengelolaan koper jemaah, mulai dari distribusi koper kosong hingga pengambilan saat kepulangan.

“Semoga ikhtiar ini dapat menghadirkan ketenangan, sehingga seluruh energi dan perhatian jemaah dapat difokuskan sepenuhnya untuk beribadah,” pungkasnya.(KA)

Related posts

Meriahkan Hari Jadi ke-477,  Ogoh-ogoh Akan Diarak di Jepara

Ziarah Leluhur Awali HUT Jepara ke-477, Bupati Witiarso: Merawat Sejarah, Menguatkan Masa Depan

MTsN 1 Jepara Cetak Rekor! 19 Tim Tembus Tahap Penelitian OPSI 2026, Terbanyak di Jateng