Hari ini, Sendratari Ratu Kalinyamat dan Kirab Buka Luwur Libatkan 1000 Penari

JEPARA | GISTARA. COM – Bupati dan Wakil Bupati Jepara, unsur Forkopimda, serta pemeran Ratu Kalinyamat akan berkuda dalam Kirab Buka Luwur, Kamis (9/4/2026). Kirab berlangsung dari Pendopo Kartini menuju Makam Mantingan, Kecamatan Tahunan.

Kirab dijadwalkan dimulai pukul 13.00. Prosesi itu diawali dengan Sendratari Ratu Kalinyamat, dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara serta peringatan Hari Kartini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ali Hidayat, mengatakan kirab tahun ini melibatkan sekitar 1.000 peserta. Mereka berasal dari unsur perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, perwakilan kecamatan, hingga masyarakat.

“Peserta kurang lebih seribu orang, termasuk dari perangkat daerah dan masyarakat,” ujarnya dalam dialog interaktif di LPPL Radio Kartini Jepara, Selasa (7/4/2026).

BACA JUGA: Pameran TATAH 2026, Kuatkan Identitas Jepara sebagai Kota Ukir

Kepala Disparbud menyampaikan, rombongan Forkopimda akan menunggang kuda selama kirab berlangsung. Pemeran Ratu Kalinyamat juga akan ikut dalam arak-arakan tersebut. “Istri unsur Forkopimda menggunakan kereta kuda. Sejumlah peserta lain akan mengikuti kirab, ada yang pakai sepeda ontel tua,” kata Ali.

Kirab juga akan diiringi pertunjukan drumben secara estafet. SMP Negeri 2 Jepara dijadwalkan tampil dari Tugu PKK hingga Masjid Krapyak. Penampilan kemudian dilanjutkan SMP Negeri 3 Jepara sampai Mantingan.

Setibanya di Mantingan, rombongan akan disambut pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Prosesi selanjutnya dilanjutkan menuju kompleks makam untuk prosesi penggantian luwur.

Setelah prosesi buka luwur, peserta dijadwalkan melaksanakan salat Asar di masjid setempat. Panitia juga menyiapkan santunan anak yatim bekerja sama dengan Baznas serta konsumsi bagi peserta kirab.

Kepala Diskominfo Jepara Budhi Sulistyawan, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan akan disiarkan secara langsung. Siaran dimulai sejak pra-acara hingga kirab berakhir di Mantingan. “Kami siapkan live streaming dari sebelum acara dimulai sampai rangkaian kirab selesai,” pungkasnya. (KA)

Related posts

Pagelaran Wayang Kulit Lakon Wahyu Sandang Pangan Hiasi Malam Lomban

Sejak Kapan Tradisi  Kupat Lepet Dimulai?

Suluk Mantingan II:  Menggali Kembali Jejak Maritim Kota Ukir