JEPARA | GISTARA. COM – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal PC IKA PMII Jepara yang digelar pada Minggu (12/4/2026) di kediaman Latifun, Sinanggul, Mlonggo. Mengusung tema “Saling Memaafkan, Saling Menguatkan: Mengokohkan Solidaritas IKA PMII Jepara”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni dan kader.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pengurus IKA PMII Jepara, alumni, serta kader PMII.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Rektor Unisnu Jepara Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA, PW IKA PMII Jateng Gunari Latief M.Si, MPC IKA PMII Jepara KH. Nuruddin Amin, S.Ag., MM, Dr. KH. Ahmad Bahrowi, M.Ag, Ketua PC IKA PMII Jepara Kusdiyanto, M.Pd, Anggota DPRD Jepara Nur Hidayat dan Latifun, ST. MT Direktur PDAM Jepara Lukman Hakim, S.Pd, Ketua IKA Unisnu Jepara H. Kohar.S.Sos, Sekretaris PCNU KH. Ahmad Sahil, Ketua PC GP Ansor Ainul Mahfud, SE. MM dan beberapa tokoh lainnya.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dikumandangkan oleh grup rebana Asshabussoffah PC PMII Jepara, suasana bertambah Khidmah dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Dr. Wahab Saleem yang merupakan Wakil Rektor 3 Unisnu Jepara.
BACA JUGA: Peringati Haul Gus Dur ke-16, IKA PMII Jepara Hidupkan Spirit Kemanusiaan dan Keilmuan
Tuan rumah, Latifun S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara. “Selamat datang di rumah kami, mohon maaf apabila masih banyak kekurangan,” ujarnya.
Ketua PC IKA PMII Jepara, Kusdiyanto, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran para Alumni.Ia menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi ruang untuk saling berjabat tangan, saling memaafkan, dan memperkuat kebersamaan.
Sementara itu, Ketua MPC IKA PMII Jepara, KH. Nuruddin Amin, yang akrab disapa Gus Nung, menekankan pentingnya menjaga ruh pergerakan. Ia mengakui adanya perbedaan etos antara pergerakan masa lalu dan saat ini.
Gus Nung mengajak kepada Kader dan alumni PMII harus terus bersinergi dalam berbagai aspek. “Pergerakan ini adalah kekuatan moral yang harus tetap hadir dalam memperjuangkan keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Prof. Dr. H Abdul Jamil MA memberikan mauidzoh hasanah
PW IKA PMII Jawa Tengah yang diwakili Gunari Latief, M.Si., menyampaikan bahwa IKA PMII memiliki tanggung jawab melanjutkan cita-cita besar PMII. Ia berharap semangat kader saat ini bisa meneladani militansi generasi era 1980-1990-an yang dikenal memiliki etos tinggi dan kokoh.
Sebelum Mauidzoh Hasanah ditampilkan pertunjukan seni tari dari Teater Eling PMII Jepara yang memukau para alumni dan mendapat apresiasi hangat dari hadirin.
Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam berkomunikasi. “Saat berbicara, kita harus mengetahui siapa lawan bicara kita.” pesannya.
BACA JUGA: IKA PMII Jepara Dorong Sinergi Masyarakat dan Tokoh Agama untuk Keharmonisan dan Kemajuan Bangsa
Ia juga mengungkapkan bahwa tradisi halal bihalal merupakan kekhasan Indonesia yang tidak ditemukan di tanah suci. Bahkan, menurutnya, dalam catatan sejarah seperti Babad Cirebon, tradisi serupa sudah ada sejak abad ke-16 di Jepara dengan istilah “halal bahalal”.
Lebih lanjut, ia mengajak hadirin untuk menjaga prinsip “al-muhafadzatu ‘alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.
Di era modern, menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendorong kehidupan yang lebih maju.
Menutup rangkaian acara, do’a penutup dilangitkan oleh Dr. KH. Ahmad Bahrowi, M.Ag, dilanjutkan seluruh peserta saling bersalaman dan bermaaf-maafan secara langsung.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga refleksi bersama untuk mengokohkan solidaritas dan menghidupkan kembali semangat pergerakan IKA PMII Jepara di tengah tantangan zaman. (KA)