Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, September 25, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
MuriaRegional

Penggunaan Pengeras Suara dan Tongtek Terbatas, Begini Penjelasan Kemenag Jepara

by Kunjari Ali 10/03/2024
Kunjari Ali 10/03/2024 996 views
Ilustrasi pengeras suara (foto: islamic-center.or.id)
996

JEPARA | GISTARA.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara mengimbau supaya masyarakat mengatur penggunaan pengeras suara dan tongtek selama Ramadhan 2024 ini.

Imbauan itu, tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Kemenag RI pada 18 Februari 2022 lalu. Isinya mengatur volume pengeras suara sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (desibel).

Adapun sewaktu Ramadhan, penggunaan pengeras suara baik dalam pelaksanaan salat tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarus Al-Qur’an menggunakan pengeras suara dalam.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Harga Telur di Jepara Tembus Rp. 31 Ribu Perkilo

Untuk takbir Idul Fitri di masjid/mushola dapat dilakukan dengan menggunakan pengeras suara luar sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dan dapat dilanjutkan dengan pengeras suara dalam.

Kepala Kemenag Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin menjelaskan, tujuan dari SE tersebut untuk menjaga kedamaian antar umat beragama maupun masyarakat setempat.

Ilustrasi tongtek (foto: nu.or.id)

Meski pengeras suara sebagai media syiar, namun bulan puasa, menurutnya mesti diisi dengan kegiatan positif yang juga memberikan rasa nyaman kepada masyarakat secara umum.

Bagi dia, penggunaan pengeras suara yang tidak teratur, berakibat mengganggu jam istirahat masyarakat secara umum. Pasalnya, Kabupaten Jepara hidup secara berdampingan dengan umat beragama lain.

BACA JUGA: Menghadapi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kebutuhan Pangan Jateng Aman

“Keluarlah SE itu dimaksudkan untuk hidup secara damai dan berdampingan di bulan Ramadhan. Meski pengeras suara itu bagian dari syiar, kami mohon untuk tetap menjaga kerukunan,” papar Akhsan kepada Gistara, Sabtu (9/3/24).

Selain pengeras suara, penggunaan tongtek atau alat untuk membangunkan masyarakat supaya terbangun dan sahur juga diatur. Kata dia, ideal penggunaan tongtek ketika mendekati jam sahur, bukan jauh sebelumnya.

“Terganggu dengan tongtek, harusnya mulai jam 03.00 WIB. Kalau waktu sahurnya jam segitu sekiranya pukul 04.00 WIB, dilakukan jam 00.00 WIB itu menganggu,” pungkasnya.
[Okom/Ka]

KerukunanPengeras suaraTongtek
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Kunjari Ali

previous post
Niat Camping di Kali Sedayung Batealit, Tiga Orang Guru itu Justru Terjebak Banjir
next post
Mengenal Tawur Agung, Persiapan Umat Hindu ketika Nyepi di Jepara

You may also like

PMII Jepara Dorong Kader Jadi Pelopor Demokrasi dalam Pilpet 2026

24/09/2026

Tambang Tanah Uruk Kecapi Kembali Beroperasi, Tim Terpadu Hentikan Aktivitas

24/09/2026

Pengurus LPTQ Jepara 2026-2031 Dilantik, Syiar dan Habituasi Al-Qur’an Jadi Fokus

23/09/2026

Awali Jepara Kite Festival 2026 Launching Lagu Layang-Layang, Pelangi Jepara Gelar Konser Musik Gratis 

23/09/2026

Perkuat Literasi Kepemiluan, Bawaslu Jepara Gelar Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu di UAJ

22/09/2026

Bentengi Desa dari Narkoba, Satresnarkoba Polres Jepara Sisir Warga  Lewat Penyuluhan Hukum

22/09/2026

Terkini

  • PMII Jepara Dorong Kader Jadi Pelopor Demokrasi dalam Pilpet 2026

    24/09/2026
  • Tambang Tanah Uruk Kecapi Kembali Beroperasi, Tim Terpadu Hentikan Aktivitas

    24/09/2026
  • Pengurus LPTQ Jepara 2026-2031 Dilantik, Syiar dan Habituasi Al-Qur’an Jadi Fokus

    23/09/2026
  • Awali Jepara Kite Festival 2026 Launching Lagu Layang-Layang, Pelangi Jepara Gelar Konser Musik Gratis 

    23/09/2026
  • Perkuat Literasi Kepemiluan, Bawaslu Jepara Gelar Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu di UAJ

    22/09/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here