Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 8, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Kolom

Kasemun: dari Lumpur Sawah ke Balai Desa

by Redaksi 29/07/2025
Redaksi 29/07/2025 402 views
402

Oleh: Arif Muhammad Ubaidillah

Kasemun, lahir dari pasangan Kasmo dan Asyiah, adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, yakni Kasmin, Bonawi, dan dirinya sendiri. Ia tumbuh di lingkungan keluarga petani yang sederhana di Desa Rau.

Sejak kecil, Kasemun sudah terbiasa dengan keterbatasan, namun hal itu tidak melemahkan semangatnya untuk menempuh pendidikan. Ia memulai pendidikan di TK dan MI Mafatihul Huda Rau, kemudian melanjutkan ke MTs Sultan Hadirin Mantingan, dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di MA Sultan Hadirin.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Kasemun kecil harus bekerja sejak usia sembilan tahun untuk membiayai sekolah, membeli buku, hingga memenuhi kebutuhan harian sekolah lainnya. Berbagai pekerjaan ringan ia tekuni selepas pulang sekolah sebagai bentuk tanggung jawab dan tekad untuk terus belajar.

BACA JUGA: Wujudkan Semangat Kemerdekaan , YBM PLN UIK Tanjung Jati B Salurkan Santunan untuk Lansia di Jepara

Setelah lulus MA pada tahun 1995, impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi harus dikubur karena kendala biaya. Ia pun memutuskan untuk bekerja dan mendalami dunia industri mebel yang menjadi salah satu sektor andalan di Jepara.

Perjalanan kerjanya dimulai dari Jakarta, kemudian pindah ke Semarang, hingga akhirnya menetap sementara di Medan, Sumatera Utara. Di sana, ia menetap selama 5–7 tahun, membangun usaha kecil bersama keluarga, berjuang dari nol dengan modal terbatas. Perjalanan merantau ini membentuk karakter Kasemun sebagai pribadi mandiri, pekerja keras, dan tahan banting menghadapi situasi sulit.

Di usia 25 tahun, ia menikah dengan Umi Khulsum dan dikaruniai tiga anak: Mila Aisyah Fitri, Muhammad Renal Artadhi, dan Qonita Akila Abidah.

Setelah bertahun-tahun merantau, Kasemun memutuskan kembali ke kampung halaman untuk mendampingi kedua orang tuanya yang telah lanjut usia. Di tengah lingkungan masyarakat Desa Rau, ia mulai aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Keterlibatannya dalam kegiatan desa membawanya dipercaya menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dari sanalah ia mulai memahami sistem pemerintahan desa dan berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat. Melihat banyaknya persoalan dalam tata kelola pemerintahan sebelumnya, seperti keterlambatan administrasi dan kurangnya akuntabilitas, Kasemun terdorong untuk berbuat lebih. Ia merasa terpanggil untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Polres Jepara Maksimalkan Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan dalam Operasi Patuh Candi 2025

Atas dorongan keluarga, sahabat, dan warga sekitar, Kasemun akhirnya mencalonkan diri sebagai kepala desa Rau dalam pemilihan tahun 2022. Dengan membawa visi besar untuk mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, progresif, dan melibatkan partisipasi masyarakat, ia berhasil meraih suara terbanyak dan resmi menjabat sebagai petinggi Desa Rau.

Pada awal masa jabatannya, ia langsung bekerja keras menyatukan warga, membangun sistem kerja yang tertib, serta meningkatkan efisiensi dan layanan publik. Berbagai ide dan gagasannya mulai diterapkan secara bertahap, dan hasilnya nyata: status Desa Rauh yang sebelumnya desa swakarya, berhasil naik menjadi desa maju hanya dalam waktu satu tahun masa kepemimpinannya.

Kasemun menyadari bahwa membangun desa tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh kolaborasi, kepercayaan, dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.

Ia menjadikan pengalamannya di dunia kerja, jatuh bangunnya membangun usaha, serta nilai-nilai kehidupan dari orang tuanya sebagai pondasi dalam memimpin.

Baginya, jabatan bukan tujuan utama, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan integritas. Ia berharap suatu saat nanti, Desa Rau bisa menjadi desa mandiri yang tidak hanya maju secara administrasi, tetapi juga unggul dalam pembangunan sumber daya manusia, ekonomi lokal, dan kehidupan sosial warganya.(*)

Arif Muhammad Ubaidillah, Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara.

Balai desaLumpur sawahPemimpinSederhana
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Ratusan Polisi di Jepara Ikuti Tes Kesamaptaan Jasmani, Ini Tujuannya
next post
Temui Kemendikdasmen, Bupati Jepara Usulkan  Revitalisasi Sekolah

You may also like

Cinta Mata Cinta Jendela Dunia

02/11/2025

Ahmad Mi’an: Mengukir Jalan Menuju Generasi Qur’ani

31/07/2025

KH. Nasta’in: dari Sawah ke Panggung Dakwah

28/07/2025

Muladi: dari Perantau hingga Jadi Pemimpin Desa

27/07/2025

Suratno: Sang Guru Sederhana, Mengabdi Sepanjang Usia

26/07/2025

Abah Husnin: Inspirasi Keteladanan dan Keistiqomahan di Jalan Dakwah

25/07/2025

Terkini

  • Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

    07/10/2026
  • Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

    07/10/2026
  • Cetak Instruktur yang Berkualitas, PC PMII Jepara Gelar Pelatihan Instruktur Cabang

    06/10/2026
  • Bimwin bagi Calon Pengantin, Wujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas 

    06/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

    06/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here