Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 15, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
MuriaRegional

Festival To’dok Telok Kemujan : Tradisi Islami Lintas Suku yang Menginspirasi

by Redaksi 05/09/2025
Redaksi 05/09/2025 786 views
786

Arak-arakan Festival To’dok Telok Kemujan, Karimunjawa

JEPARA | GISTARA.COM – To’dok bermakna tusuk, sementara telok berarti telur. Dalam tradisi ini, telur dimaknai sebagai dunia, sedangkan tusuk dimaknai sebagai ajaran Rasulullah Muhammad SAW. Pesan yang hendak disampaikan ialah bahwa kesuksesan hidup dapat diraih jika dunia disertai dengan mengikuti ajaran Rasulullah.

Awalnya, To’dok Telok merupakan upacara adat masyarakat Sulawesi. Tradisi ini kemudian dibawa hingga ke masa Lembu dan akhirnya tiba di Kepulauan Karimunjawa. Jika di daerah lain To’dok Telok menjadi identitas masyarakat Bugis dalam mengekspresikan cinta terhadap Kanjeng Nabi, maka di Desa Kemujan, tradisi ini berkembang lebih luas.

Kini, To’dok Telok dirayakan bersama oleh berbagai suku yang mendiami Desa Kemujan, mulai dari Bugis, Mandar, Madura, Jawa, dan lainnya. Perayaan ini tidak hanya sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi media silaturahmi lintas suku.

BACA JUGA: Bupati Jepara: Penerima Manfaat Bansos dan Bantuan Pemerintah harus Faktual

Rangkaian Acara Puncak

Muhammad Rizal, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa puncak acara Festival To’dok Telok berlangsung pada Jumat, 5 September 2025 bertepatan dengan 12 Rabi’ul Awwal 1447 H.

Ritual inti dimulai pada pagi hari dengan pembacaan Al-Barzanji, lalu diakhiri dengan pembagian To’dok Telok, Ka’dok (ketan), dan Sokko kepada jamaah.

Selanjutnya, digelar arak-arakan dari Masjid Nurul Amin Telaga menuju Lapangan Indonoor Dusun Telaga sejauh sekitar 1 km. Warga dari berbagai dusun dan suku ikut serta, seperti dari Batu Lawang, Jelamun, dan Telaga. Mereka saling menyambut dengan Ka’dok (ketan) sebagai simbol persaudaraan, sebagaimana persaudaraan Muhajirin dan Anshar ketika Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah.

Anak-anak bersuka cita mengikuti festival To’dok Telok

Setibanya di Lapangan Indonoor, peserta disambut dengan tarian Jawa dari Mrican, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Ifadah Kamilia, serta Dziba’ Al-Barzanji yang dipimpin oleh PC ISHARI NU Jepara.

Acara kemudian berlanjut dengan sambutan Petinggi Desa Kemujan, Bapak Mas’ud Dwi Wijayanto, yang menegaskan, “Kegiatan ini adalah tradisi kami di Desa Kemujan. Mohon tradisi ini dapat dilestarikan. Festival To’dok Telok ini sarat makna, yaitu meski berbeda-beda suku namun tetap bersatu,” tandasnya.

Budayawan Bugis yang akrab disapa Bang Jack juga menyampaikan apresiasinya.

“Kita harus bersyukur kepada Allah SWT karena To’dok Telok selain sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, juga sebagai sarana penyatuan suku, kesenian, dan kebudayaan. Mudah-mudahan kegiatan serupa semakin diperbanyak agar menambah kerukunan, kebersamaan, dan keberagaman,” ujarnya.

BACA JUGA: BAZNAS Awards 2025: Bupati Jepara Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat

Sementara itu, Khoirul Anam, Sekretaris Lesbumi Jepara, turut menyampaikan rasa syukurnya.

“Kami berterima kasih dan bersyukur kepada Allah dapat melihat keindahan ekspresi cinta warga Kemujan kepada Nabi Muhammad SAW, tanpa memandang suku, ras, dan warna kulit. Semua bergandeng tangan menyukseskan acara ini demi cintanya kepada Rasulullah,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Kyai Khulafaur Rasyidin, dan ditutup meriah dengan penampilan tari Sakde dari suku Bugis.

Festival To’dok Telok di Desa Kemujan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga pengikat persaudaraan antar-suku di Karimunjawa. Tradisi ini menegaskan bahwa masyarakat hidup rukun, saling bergotong royong, dan menjaga kebersamaan dalam perbedaan. (KA)

0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Bupati Jepara Lakukan Rotasi 95 Pejabat Eselon III dan IV , Ini Pesannya
next post
Wujud Semangat Kerukunan dan Teladani Rasulallah, SMP Negeri 2 dan SD Negeri 2 Batealit Gelar Karnaval Peringati Maulid Nabi

You may also like

BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

14/10/2026

Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

14/10/2026

Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

14/10/2026

AKBP Keris Aji Wibisono Pimpin Polres Jepara, Ajak Semua Elemen Wujudkan Jepara MULUS

13/10/2026

Peminat Minim, Pembentukan Dewan Kebudayaan Jepara Ditata Ulang

12/10/2026

Jelang Pencoblosan, 61 Calon Petinggi  di Jepara Komitmen Jaga Pilpet Damai

12/10/2026

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here