Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Friday, October 16, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
RegionalSemarangan

ASN Muda “Naik Kelas”: Inovasi, Digitalisasi dan Hak Cipta

by Redaksi 14/11/2025
Redaksi 14/11/2025 300 views
300

Latsar ASN Muda via daring

SEMARANG | GISTARA. COM – Di ruang widyaiswara Balai Diklat Hukum Jawa Tengah, suasana tampak berbeda pada pertengahan November ini. Para ASN muda yang tengah mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) tidak hanya berbicara soal nilai-nilai BerAKHLAK dan kedisiplinan birokrasi, tetapi juga tentang hak cipta, inovasi, dan keberanian melindungi ide melalui media daring. Di tengah mereka, Dr. Muh Khamdan, widyaiswara Badiklat Hukum Jawa Tengah, menjadi sosok yang menyalakan semangat itu.

Khamdan menekankan, aktualisasi ASN muda bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif pelatihan, tetapi bagian dari gerakan intelektual di tubuh birokrasi hukum. “Inovasi yang lahir dari ASN muda harus menjadi karya yang diakui, dilindungi, dan berdampak. Hak cipta adalah bentuk penghargaan terhadap kecerdasan dan inovasi itu,” ujarnya dalam forum penilaian aktualisasi, 12–13 November 2025.

Sebanyak 189 peserta dari 12 kantor wilayah Kementerian Hukum se-Indonesia mengikuti tahapan presentasi implementasi aktualisasi dengan pendampingan coach dan mentor.

BACA JUGA: Bupati Jepara: Perbaikan Gedung DPRD Jepara Gunakan Anggaran Pusat

Di antara berbagai tantangan yang diberikan, satu hal yang mencuat adalah kesadaran untuk mendaftarkan hasil inovasi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Bagi Khamdan, inilah langkah kecil yang bisa melahirkan birokrat dengan orientasi kreatif dan berdaya saing.

Dari Kalimantan Barat, muncul empat nama yang menjadi perhatian. Mereka tak hanya menampilkan laporan aktualisasi, tetapi juga menunjukkan progres pendaftaran hak cipta atas karya yang mereka kembangkan.

Salah satunya Fauzan Rodi, yang menciptakan dashboard digital pemantauan kekayaan intelektual komunal (KIK) berbasis peta interaktif. Melalui aplikasi itu, data perkembangan KIK per kabupaten/kota serta jenisnya, dapat diakses secara real time.

ASN muda lainnya, Cynthia Devita, menghadirkan aplikasi monitoring Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa se-Kalimantan Barat. Karya ini relevan dengan program prioritas Presiden Prabowo yang mendorong akses hukum hingga pelosok desa. Aplikasi tersebut mengintegrasikan data, laporan, serta efektivitas layanan bantuan hukum yang sebelumnya berserak di berbagai unit kerja.

Khamdan memberi apresiasi khusus kepada para peserta yang berani melangkah ke ranah hukum kekayaan intelektual. Menurutnya, birokrat modern tak cukup hanya cakap administrasi, tetapi juga harus melek perlindungan hukum atas inovasinya sendiri. “Kalau ASN tak melindungi karyanya, bagaimana bisa mendorong masyarakat memahami pentingnya hak cipta?” katanya.

BACA JUGA: Jepara Gandeng UGM, Tata Kawasan Wisata Pesisir dengan Sentuhan Sains

Sementara itu, Ira Khoiriyah, salah satu coach dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam kegiatan tersebut, mengamati perubahan pola pikir peserta. Ia menyebut para ASN muda kini semakin terbuka pada gagasan digitalisasi layanan hukum. Beberapa di antaranya mengembangkan model monitoring harmonisasi peraturan perundang-undangan dan analisis kebijakan daerah yang bisa terhubung lintas wilayah.

Bagi Khamdan, Latsar bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem pembibitan inovasi hukum publik. Ia melihat potensi besar dari generasi muda ASN Kemenkumham untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, berbasis data, dan terukur. “Dari Latsar inilah masa depan reformasi birokrasi hukum dimulai,” ucapnya.

Peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, NTT, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan, turut memamerkan ide-ide yang menunjukkan keberanian mereka berinovasi. Sebagian mengusung tools analisis regulasi, sebagian lain mengembangkan sistem pelaporan online berbasis real-time feedback.

Kegiatan ini akhirnya menegaskan satu hal, bahwa pelindungan hak cipta adalah wajah baru birokrasi hukum yang berpikir kreatif. Dengan bimbingan para widyaiswara seperti Dr. Muh Khamdan, Badiklat Hukum Jawa Tengah kian dikenal sebagai poros penggerak ASN inovatif berbasis kekayaan intelektual dan layanan hukum digital. “Inovasi tanpa perlindungan hukum hanya jadi cerita. Tapi inovasi yang dilindungi hak cipta, akan jadi warisan birokrasi modern,” tutup Khamdan. (KA)

ASN MudaDigitalisasiInovasiLatsar
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Polisi Ekshumasi Makam ART di Jepara yang Meninggal di Rumah Majikan
next post
Mengapresiasi Gelar Pahlawan untuk Marsinah

You may also like

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

20/08/2026

Terkini

  • Dr Haryanto Ungkap Rahasia Manajemen Pembelajaran dalam Surat Al-Alaq

    14/10/2026
  • BPS Jepara Ingatkan, Jangan Keliru Membaca Angka Ekonomi

    14/10/2026
  • Kejar Swastisaba Wistara 2027, FKJS Jepara Perkuat Kelembagaan hingga Desa

    14/10/2026
  • Lantik PRNU Tanjung 2, Rais Syuriyah PCNU Jepara Ingatkan Dua Kriteria Pemimpin

    14/10/2026
  • LPTQ Jepara Siapkan MTQ,  Pembinaan Kader dan Syiar AI-Qur’an Jadi Prioritas

    13/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here