JEPARA | GISTARA. COM – Dalam rangka memperingati Hari Ibu sekaligus Hari Lahir Fatayat NU, PC Fatayat NU Kabupaten Jepara menggelar kegiatan Gebyar Budaya pada Ahad, 21 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung semarak dan sarat makna sebagai wujud penguatan peran perempuan serta pelestarian budaya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh badan otonom NU, unsur OPD Kabupaten Jepara, serta organisasi wanita di lingkungan Kabupaten Jepara. Kehadiran berbagai elemen ini semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung peran perempuan dan organisasi kemasyarakatan.
BACA JUGA: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh
Rangkaian acara meliputi Launching brand usaha busana muslimah “Al-Fayra” oleh PC Fatayat NU Jepara, lomba fashion show ibu dan anak, serta lomba pranata cara yang diikuti dengan antusias oleh kader Fatayat NU.
Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU, sahabat Anis Fariqoh, S.Pd, menegaskan bahwa momentum Hari Ibu menjadi pengingat pentingnya penghargaan dan penghormatan atas jasa ibu. Ia juga menekankan agar seluruh anggota Fatayat NU senantiasa menjadi sosok ibu dan perempuan yang berdaya, mandiri, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.
Pada momentum tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Jepara juga secara resmi meluncurkan produk fashion busana muslimah “Al-Fayra”. Diharapkan produk ini dapat diminati oleh pecinta fashion muslimah dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian organisasi.
Sementara itu, Ulil Albab, M.A.P Salah satu anggota DPRD provinsi Jawa Tengah menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas diluncurkannya Al-Fayra. Ia menegaskan pentingnya koherensi antara NU dan badan otonom, karena Banom merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NU.
Lebih lanjut, Ulil Albab menyatakan Kebesaran NU ditopang oleh keilmuan, ri’ayatul ummat (penjaga umat), dan keikhlasan, serta Fatayat NU diharapkan mengambil peran lebih besar dalam isu-isu perempuan dan anak, khususnya di momentum Hari Ibu. (KA)