KH. Anwar Zahid memberikan nasihat
JEPARA | GISTARA. COM – Anak dan Cucu Gelar Pengajian Umum dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya almarhum Sunoto. anak dan cucu menggelar pengajian umum pada Senin malam, 29 Desember 2025.
Kegiatan dimulai pukul 19.20 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di Lapangan Desa Karanggondang dan dihadiri oleh warga setempat. Tidak hanya orang dewasa, para remaja hingga anak-anak turut hadir untuk mendoakan almarhum sekaligus memeriahkan acara.
Salah satu panitia sekaligus kerabat dekat almarhum, Yusmanto, menyampaikan bahwa pengajian ini digelar sebagai bentuk doa dan bakti keluarga kepada almarhum.
“Saya menghadiri pengajian ini selain untuk mendoakan almarhum, juga untuk mendengarkan tausyiah dari kiai favorit saya, Abah Anwar Zahid, yang turut diundang dalam acara ini. Saya berharap semoga almarhum diampuni segala dosanya dan ditempatkan di sisi Allah SWT,” ujarnya.
BACA JUGA: Jelang Nataru, UMKM Mitra Binaan PLN UIK Tanjung Jati B Borong Juara Lomba Produk Kopi Olahan Petani Kabupaten Jepara
Adapun susunan acara pengajian meliputi pembukaan, sambutan dari perwakilan keluarga, pembacaan Kalam Ilahi, tahlil dan doa, mauidhoh hasanah, serta penutup.
Menurut Yusmanto, suasana pengajian terasa semakin semarak karena Abah Anwar Zahid juga memberikan hadiah kepada jamaah yang mampu menjawab pertanyaan atau tantangan yang disampaikan di sela tausyiah.
“Tidak hanya mendengarkan tausyiah, jamaah juga mendapat reward dari beliau, sehingga suasana menjadi lebih hidup,” imbuhnya.
Untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, Yusmanto bersama keluarga dan kerabat mengumpulkan dana secara swadaya. Mereka berharap seluruh amal baik almarhum diterima oleh Allah SWT dan segala dosa-dosanya diampuni.
BACA JUGA: Konfercab ke-XXV PMII Jepara, Nur Fazari Terpilih Sebagai Ketua
Yusmanto dan keluarga mengaku sangat bersyukur dapat menggelar pengajian ini. Tidak hanya keluarga, masyarakat sekitar pun merasa gembira karena dapat mengikuti tausyiah dari Abah Anwar Zahid yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang jenaka namun penuh makna. Dalam tausyiahnya, Abah Anwar Zahid menekankan pentingnya memperbanyak bekal amal sebagai persiapan menghadapi kematian.
Ia mengingatkan bahwa manusia sering kali terlalu sibuk dengan urusan dunia, seperti harta, jabatan, dan kesenangan, padahal kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari. Ketika ajal tiba, tidak ada yang dapat dibawa selain amal perbuatan. Rasulullah bersabda bahwa ketika seseorang meninggal, yang mengiringinya adalah keluarga, harta, dan amal. Keluarga dan harta akan kembali, sedangkan amal perbuatanlah yang menemani hingga alam kubur.
Oleh karena itu, jamaah diajak untuk tidak menunda berbuat kebaikan. Amalan sederhana seperti senyum tulus, membantu sesama, berkata baik, salat tepat waktu, bersedekah meski sedikit, serta menjaga hati dari iri dan dengki, semuanya bernilai pahala di sisi Allah SWT. “Jangan menunggu tua untuk taat, karena kematian tidak menunggu usia,” pesannya.
Selain memberi manfaat spiritual, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi warga. Seorang pedagang tahu Sumedang, Budi, mengaku sengaja datang untuk berjualan setelah mendapat informasi dari saudaranya.
“Saya mendapat kabar ada pengajian umum di desa ini, sehingga saya membawa dagangan ke sini. Selain berdagang untuk mencari nafkah, saya juga bisa mendengarkan tausyiah para ulama,” tuturnya. (KA)