Bupati Jepara Mas Wiwit menerima tumpeng dari Rois Syuriah PCNU KH. Khayatun AH
JEPARA | GISTARA. COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-103 di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pengurus PCNU, Pengurus MWC NU, badan otonom (Banom), serta lembaga-lembaga di lingkungan NU.
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua PBNU KH Miftah Faqih, Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Khayatun AH, Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Charis Rohman, Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit), Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, serta unsur Forkopimda Kabupaten Jepara.
BACA JUGA: LP Ma’arif NU Jepara Berikan Penghargaan pada 125 Atlet Peraih Medali Porsema XIII Jawa Tengah
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan rasa bangga dan terima kasih karena Pemerintah Kabupaten Jepara dirangkul oleh NU dalam pelaksanaan Haul Gus Dur dan Harlah NU ke-103 yang digelar di pusat pemerintahan daerah.
“Semoga kita semua mendapatkan berkah dari Gus Dur, terlebih kegiatan ini digelar di pusat pemerintahan sebagai tempat pengambilan kebijakan,” ujar Bupati.

Bupati Jepara bersama PCNU dan Forkopimda
Mas Wiwit berharap nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur dapat menginspirasi setiap kebijakan pemerintah daerah agar senantiasa membawa kemaslahatan bagi masyarakat Jepara.
Lebih lanjut, Mas Wiwit menyatakan, NU memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan bangsa melalui dakwah yang santun, pendidikan pesantren, penguatan akhlak, serta keteladanan para kiai dan ulama.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Minta Kader PMII Kawal Program Pemerintah
Peran strategis NU tersebut dinilai sangat penting dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jepara menempatkan NU sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
“Saya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara memandang NU sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, serta pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya.
H. Lutfi (60), berharap NU konsisten berkhidmah pada pelayanan sosial, pendidikan dan Pemberdayaan ekonomi.” tambah usia semoga NU semakin bermanfaat bagi jamaahnya dan Indonesia umumnya,’ harapnya. (KA)