JEPARA | GISTARA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara menyalurkan bantuan kepada puluhan warga Kecamatan Karimunjawa yang terdampak musim baratan. Total warga Kecamatan Karimunjawa yang dibantu sebanyak 86 orang. Masing-masing 61 warga Desa Karimunjawa dan 25 warga Desa Kemujan.
Ketua BAZNAS Jepara Sholih mengungkapkan jika warga Kecamatan Karimunjawa yang dibantu sembako ini merupakan warga yang seharusnya kembali ke Karimunjawa, tetapi karena kapal penyeberangan tidak berangkat sehingga tertunda kembali ke kampung halamannya.
“Bantuan sembako ini mudah-mudahan bisa sedikit membantu meringankan beban warga Karimunjawa selama menunggu keberangkatan kapal kembali ke sana,” kata Sholih.
BACA JUGA: Bantu Warga Terdampak Banjir, Bulog Salurkan Satu Ton Beras
Sholih menambahkan jika bantuan sembako yang diberikan kepada warga Karimunjawa ini menjadi bagian dari program BAZNAS Jepara Peduli dengan sasaran asnaf Ibnu Sabil. “Harapannya ini bisa membantu mereka yang kehabisan bekal sambil menunggu kembali ke Karimun,” jelas Mantan Sekda Jepara ini.
Salah satu penerima bantuan Edi Afandi mengungkapkan jika datang ke Jepara sejak Selasa (6/1/2026) lalu untuk keperluan berobat di rumah sakit. Namun karen cuaca buruk terpaksa tertahan sampai saat ini.

Proses penyaluran bantuan BAZNAS
“Harusnya balik ke Karimun Jumat lalu, tetapi karena tidak ada pelayaran terpaksa tertahan di sini sampai hari ini,” kata Edi di Kantor BAZNAS Jepara, Kamis (15/1/2026).
Edi yang merupakan warga Desa Kemujan RT 1 RW 1 ini menambahkan jika selama tertahan di Jepara, ia awalnya tidur di penginapan. Namun karena bekalnya sudah menipis, dalam beberapa hari terakhir ini tinggal di rumah kerabatnya di Kelurahan Kauman, Jepara.
“Sementara ini tidur di rumah ponakan Mas, lebih irit mikir makannya saja,” imbuh Edi didampingi Ana, sang istri.
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Jepara yang telah peduli dan membantu dirinya dan warga Karimunjawa lainnya yang tertahan karena baratan. “Alhamdulillah, terima kasih BAZNAS yang telah membantu,” ungkap Edi.
Sementara itu, Lumatus Shofrok, warga Kemujan lainnya berharap cuaca segera membaik sehingga bisa kembali ke rumahnya di RT 4 RW 2.
“Dulu ke Jepara saat nganter anak kembali ke pondok pesantren tanggal 5 Januari, tetapi karena cuaca buruk tertahan belum bisa kembali hingga sekarang. Semoga cuaca segera membaik dan kapal bisa berlayar lagi,” ujarnya. (AD)