PATI | GISTARA.COM – Keluarga besar Yayasan Safinatul Huda Sowan Kidul, Kedung, Jepara kembali menggelar agenda tahunan religius pada Kamis (12/2/2026). Sebanyak 300-an peserta yang terdiri dari guru dan siswa kelas akhir tingkat MI, MTs, hingga MA melaksanakan rangkaian kegiatan Silaturrahim, Tabarukan, dan Khataman Qur’an di kawasan religi Kajen, Margoyoso, Pati.
Pesan Mendalam dari Mbah Muadz Thohir
Rombongan mengawali agenda dengan mengunjungi Pondok Pesantren Raudloh Aththohiriyah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengasuh pondok, KH. Muadz Thohir (Mbah Muadz), yang memiliki kedekatan emosional dan kekeluargaan dengan pengasuh Yayasan Safinatul Huda, KH. Masduki Ridlwan.
Dalam mauidzah hasanah-nya, Mbah Muadz yang merupakan cicit langsung dari Waliyullah Mbah Ahmad Mutamakin, menekankan pentingnya meluruskan niat dalam belajar.
BACA JUGA: Peringatan Harlah NU ke-100, KH Nasarudin Umar Tegaskan NU dan Pesantren Satu Kesatuan
“Carilah ilmu semata-mata karena Allah SWT, bukan demi mengejar harta atau kepentingan duniawi. Eksistensi Safinatul Huda sangat bergantung pada adab para santrinya dalam menuntut ilmu,” tutur beliau.
Beliau juga memberikan pesan khusus bagi siswa kelas 12 MA agar tidak cepat puas dengan ilmu yang dimiliki. Di tengah fenomena krisis akhlak saat ini, Mbah Muadz mendorong para santri untuk terus membaca, memperbaiki diri, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Khataman Al-Qur’an di area Makam Waliyullah Mbah Ahmad Mutamakin
Menyambung Sanad Keilmuan
Kegiatan ini bukan sekadar wisata religi biasa, melainkan upaya menjaga sanad keilmuan. Sejarah mencatat bahwa salah satu pendiri Safinatul Huda, Mbah H. Ridlwan, merupakan keturunan (cicit) dari Mbah Ahmad Mutamakin.
Harapannya, melalui wasilah ziarah dan silaturrahim ini, para lulusan Madrasah Safinatul Huda mendapatkan ilmu yang bermanfaat (nafi’) serta keberkahan hidup baik di dunia maupun akhirat.
Pamungkas Acara: Khataman dan Ziarah
Setelah sesi silaturrahim di kediaman Mbah Muadz, rangkaian acara dilanjutkan dengan:
1. Khataman Al-Qur’an yang digelar dengan khusyuk di area Makam Waliyullah Mbah Ahmad Mutamakin.
2. Ziarah ke Makam Mbah Ronggo Kusumo, sebagai penutup rangkaian agenda tabarukan di wilayah Pati.
Dengan suksesnya agenda ini, para siswa diharapkan lulus tidak hanya membawa ijazah formal, tetapi juga bekal spiritual dan adab yang kokoh sesuai tradisi pesantren. (AD)