JEPARA | GISTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Pengurus Cabang Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Jepara melepas Delegasi Safari Dakwah Ramadan Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri di Pendopo R.A Kartini, Minggu (15/02/2026).
Ketua LIM Cabang Jepara, Ahmad Hasanuddin, menuturkan Safari Dakwah Ramadan merupakan program khas Pondok Pesantren Lirboyo yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada tahun ini, sebanyak 3.001 delegasi dikirim untuk menyebar ke seluruh penjuru Nusantara.
“Rekan-rekan yang akan purna ini mendapat tugas untuk mengabdi ke masyarakat. Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri terdapat sebanyak 850 delegasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Polres Jepara Bersama Pemkab dan Dinas Pendidikan Gelar Lomba Video Kreatif AI Tingkat SMA Sederajat
Ia juga menyampaikan secara nasional terdapat dua kabupaten yang mengirimkan delegasinya untuk berdakwah menyeberangi pulau, yakni Kepulauan Seribu dan Karimunjawa. Menurutnya, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi semangat dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Kami berharap kebersamaan ini tidak hanya sampai hari ini, tetapi dapat terus berlanjut dan berkembang ke depan,” tambahnya.

Pelepasan Santri Delegasi Safari Dakwah Ramadan
Diketahui, Karimunjawa termasuk salah satu destinasi wisata andalan Jepara bahkan Jawa Tengah. Tiap tahun, wilayah kepulauan yang ada di Laut Jawa ini dikunjungi puluhan ribu wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Aktivitas pariwisata ini juga secara otomatis membuka pintu masuknya berbagai kebiasaan dan budaya asing ke wilayah Karimunjawa.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan sebanyak 50 santri dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri diberangkatkan untuk melaksanakan Safari Dakwah Ramadan di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari misi mulia dalam memasyarakatkan pesantren dan memesantrenkan masyarakat, yang selaras dengan visi pembangunan Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius).
“Pembangunan tidak cukup hanya dengan beton dan aspal. Kita juga membutuhkan pembangunan rohani, karakter, dan ketahanan sosial masyarakat. Di sinilah peran santri menjadi sangat strategis,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para santri Safari Ramadan untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah, khususnya dalam membangun karakter generasi muda.
“Bangun karakter generasi muda, tumbuhkan optimisme, tanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan cinta tanah air. Karena pembangunan ekonomi tanpa pondasi moral akan rapuh,” tegasnya.
Pelepasan delegasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun Jepara yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. (AD)