JEPARA | GISTARA.COM – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kegiatan pamitan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sumosari 2 bersama warga sekitar posko di Dukuh Kedawung. Doa bersama yang digelar menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian, sekaligus wujud syukur atas seluruh program yang telah terlaksana dengan baik dan penuh kebersamaan.
Perpisahan tersebut dikemas sederhana dengan tradisi doa bersama sebagaimana kebiasaan warga nahdliyin. Kegiatan ini menjadi ungkapan terima kasih mahasiswa kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan KKN.
Sementara itu, sesi penarikan di tingkat desa dilaksanakan di Balaidesa Sumosari pada Rabu, 10 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti kelompok Sumosari 1 dan Sumosari 2 dengan penyerahan kenang-kenangan berupa peta desa dan bak sampah kepada pemerintah desa.
BACA JUGA: Bangun Karakter Generasi Muda, 50 Santri Lirboyo Mengabdi di Karimunjawa
Mahasiswa KKN Sumosari 2 tidak hanya mengikuti penarikan di balaidesa, tetapi juga mengadakan pamitan khusus dengan warga sekitar posko melalui selametan dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat kesehatan, kekompakan, dan kelancaran selama menjalankan pengabdian di Dukuh Kedawung.
“Ini wujud rasa syukur kami dengan melaksanakan doa bersama dan pamitan kepada warga yang telah memberikan dukungan penuh dalam menjalankan program kerja,” ungkap Naufal Arda Ferdian.

Doa Bersama Warnai Perpisahan KKN Unisnu Sumosari 2
Dalam sambutan perpisahan, Khoirul Muslimin selaku Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat kepada mahasiswa KKN Unisnu Jepara selama melaksanakan program pengabdian.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada peserta KKN yang telah melaksanakan tugas pengabdian dengan baik. Kami juga berterima kasih kepada warga yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik. Semoga amal bakti mahasiswa menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya,” ujarnya saat memberikan sambutan, Rabu (12/2/2026).
Ia menambahkan, tradisi doa bersama saat perpisahan merupakan kegiatan yang patut dilestarikan. Menurutnya, perpisahan tidak perlu dirayakan secara berlebihan, tetapi cukup dengan kegiatan yang sarat makna dan nilai kebersamaan bersama masyarakat.
Tokoh masyarakat Dukuh Kedawung, Ahmad Zuibdi, mengaku bangga atas dedikasi mahasiswa KKN yang telah memberikan banyak kontribusi nyata bagi warga.
“Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih dan merasa bangga atas program-program yang telah dilaksanakan, seperti pembuatan filter air, bak sampah, dan kegiatan bersih masjid. Semua itu sangat bermanfaat bagi warga Dukuh Kedawung,” ujarnya.
Naufal Arda Ferdian selaku koordinator mahasiswa desa (kormades) KKN Sumosari 2 menjelaskan, berbagai program pengabdian telah dilaksanakan selama masa KKN. Di antaranya kegiatan Eco Print di SD Sumosari, pelatihan marketplace bagi ibu-ibu Dukuh Kedawung, pelatihan aplikasi Canva bagi anak-anak sekitar posko, penanaman bibit, pembuatan filter air, bersih masjid, pengurusan P-IRT Kelompok Wanita Tani Dukuh Sewengen, pembuatan bak sampah, penulisan biografi tokoh NU, hingga pemasangan cermin keselamatan di tikungan Dukuh Kedawung.
“Selain itu, kami juga menjalankan program partisipatif seperti menghadiri pengajian Ansor, kegiatan muwadda’ah TPQ, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat Dukuh Kedawung,” tuturnya. (AD)