Ulil Albab Ketua LKK PWNU Jawa Tengah memberikan sambutan
KUDUS | GISTARA. COM – Lembaga Kemashlahatan Keluarga (LKK) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar kegiatan tadarus relasi suami-istri berbasis mubadalah di aula perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus pada Kamis 26 Februari 2026.
Kegiatan tadarus Kitab Manbaus Sa’adah karya Faqihuddin Abdul Qadir, ini merupakan serial perdana dari rangkaian penguatan program keluarga inklusif (relasi keluarga mashlahah) yang akan dilaksanakan oleh LKK PWNU Jawa Tengah selama bulan Ramadlan 1447.
BACA JUGA: Festival Imlek 2577 Kongzili, Harmoni Lintas Agama
Tadarus sesi pertama ini menghadirkan Dr. Hj. Umdatul Baroroh (RMI PWNU Jawa Tengah) dan Prof. Dr. KH. Kisbiyanto (Wakil Rektor UIN Sunan Kudus) sebagai narasumber dan dimoderatori Laila Jauharoh.
Hadir dalam tadarus ini Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. Abdurrohman Kasdi, Ketua PCNU Kudus KH. Asyrofi Masitho, Katib Syuriyah PCNU Kudus KH. Amin Yasin dan Bendahara PCNU Kudus serta LKK PCNU Kudus dan LKK PCNU Jepara.

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias
Dalam sambutan Ketua LKK PWNU Jawa Tengah Ulil Albab mengatakan pentingnya ketahanan keluarga di era disrupsi digital saat ini.
Ulil menyebut perlunya menumbuhkan ketahanan keluarga untuk memperkuat keutuhan masyarakat dan solidaritas sosial yang lebih harmonis.
BACA JUGA: Ulil Albab Dukung Pekan Pelajar PC IPNU Demak, Dorong Kreativitas dan Pembentukan Karakter Gen Z
“Nilai-nilai dan pedoman yang ada dalam Kitab Manbaus Sa’adah ini sejalan dengan tugas dan mandat yang diterima LKK PWNU Jawa dalam mewujudkan keluarga mashlahah, sakinah, mawaddah wa rahmah”, kata alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
“Kalau dulu, tantangan zaman hubungan keluarga lebih banyak terkait dengan faktor-faktor yang bersifat fisik dan ekonomi, namun sekarang tantangannya lebih kompleks lagi”, lanjut Ulil Albab.
“Disrupsi digital maupun disrupsi sosial menjadi tantangan yang luar biasa, ke depan kita perlu mengkaji pengaruh disrupsi digital terhadap relasi keluarga yang mashlahah dan mubadalah”, tutur mutakharijin Perguruan Mathali’ul Falah, Kajen Margoyoso Pati. (KA)