Ahmad Kholik dan Sokoshima Chair
TANGERANG | GISTARA. COM – Gemuruh inovasi furnitur tanah air kembali memuncak di ajang International Indonesia Furniture Expo (IFEX) 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang Selatan. Di antara deretan karya mutakhir, satu produk menyedot perhatian pengunjung dan pengamat desain di booth Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) adalah Sokoshima Chair.
Sokoshima Chair merupakan sebuah mahakarya dari desainer profesional asal Jepara, Ahmad Kholik, yang berhasil mengawinkan narasi sejarah dengan estetika kontemporer.
Kursi makan yang diproduksi melalui kolaborasi strategis antara Arsya Home Interior dan Kahya Studio ini bukan sekadar furnitur fungsional. Sokoshima Chair adalah sebuah pernyataan budaya.
BACA JUGA: Satgas MBG Wajibkan SPPG Beri Label Harga dan Kandungan Gizi
Terinspirasi dari konsep “Soko” atau tiang utama dalam arsitektur Jawa, kursi ini menonjolkan struktur kayu jati solid yang mencerminkan kestabilan dan kekuatan. Sentuhan akhir matte alami pada kaki-kakinya memberikan kesan jujur sekaligus elegan.
“Filosofi ketegasan dan keadilan dari figur Ratu Shima kami tuangkan dalam garis sandaran yang bersih dan presisi. Namun, kami tetap mengutamakan kenyamanan melalui lekukan ergonomis yang halus,” ujar Ahmad Kholik di sela-sela pameran.
Keunikan kian terasa pada bagian dudukan yang dilapisi kain tenun ikat Troso asli. Penggunaan material ini memberikan tekstur etnik dengan nuansa warna bumi yang hangat, sekaligus menjadi simbol kemahiran tangan perajin Jepara melalui teknik sambungan kayu tradisional (mortise-and-tenon).

Dukungan dari Ketua DPRD dan Kepala Disperindag Jepara
Dukungan dari Pemkab Jepara
Kehadiran karya Ahmad Kholik ini pun mendapat apresiasi langsung dari jajaran pimpinan daerah Jepara. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, bersama Kepala Disperindag Jepara, Anjar J. Widodo, hadir langsung meninjau booth HDMI untuk memberikan dukungan moril kepada para desainer lokal yang sukses menembus pasar internasional.
Dalam kunjungannya, Agus Sutisna menyatakan kekagumannya atas kualitas desain yang ditampilkan. “Keterlibatan desainer asli Jepara di ajang bergengsi seperti IFEX adalah bukti bahwa sumber daya manusia kita mampu bersaing secara global. Ini bukan lagi soal menjual kayu, tapi menjual nilai tambah melalui desain dan narasi budaya,” tegas Agus.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Disperindag Jepara, Anjar J. Widodo, menekankan komitmen pemerintah dalam mendorong ekosistem desain di “Kota Ukir”. “Pemerintah sangat mendukung keterlibatan profesi desainer furnitur. Kolaborasi antara perajin dan desainer adalah kunci untuk meningkatkan daya saing furnitur Indonesia, khususnya Jepara, di pasar ekspor. Kami akan terus memfasilitasi inovasi-inovasi seperti ini,” ungkapnya.
BACA JUGA: 100 IKM Terima KMJ, Fasilitasi Pembiayaan hingga Pameran
Harapan untuk Kolaborasi Berkelanjutan
Bagi Ahmad Kholik, kehadirannya di IFEX 2026 melalui payung HDMI merupakan langkah penting untuk masa depan industri furnitur nasional. Ia berharap sinergi antara desainer, produsen, dan pemerintah tidak berhenti pada ajang pameran semata.
“Harapan saya, kolaborasi semacam ini terus berlanjut. Ini adalah wujud nyata dari upaya kita meningkatkan inovasi desain furnitur di Indonesia. Dengan dukungan kebijakan dari pemerintah dan kreativitas para desainer, saya optimis furnitur kita akan selalu memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dunia,” tutup Kholik penuh harap. (KA)