JEPARA | GISTARA.COM – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jepara menggelar kegiatan Sarasehan dan Buka Bersama pada Rabu, 12 Maret 2026, di Galery Saintek UNISNU Jepara mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Cabang PMII Jepara, pengurus komisariat, pengurus rayon, serta Mabincab (Majelis Pembina Cabang).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Ya Lal Wathon, dan Mars PMII sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan, ke-NU-an, dan ke-PMII-an.
Ketua Umum PC PMII Jepara, Muhammad Fazari, dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk memanfaatkan forum sarasehan sebagai ruang memperkuat komunikasi dan konsolidasi organisasi.
BACA JUGA: Perkuat Demokrasi di Akar Rumput, PC PMII Jepara Bangun Sinergi dengan KPU Jepara
Ia menegaskan bahwa kegiatan sarasehan akan dilaksanakan secara berkala sebagai sarana bertukar gagasan dan memperkuat gerakan intelektual kader.
“Mari kita manfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Sarasehan akan kita laksanakan secara berkala. Terima kasih kepada sahabat-sahabat yang telah mempersiapkan kegiatan ini, serta kepada Mabincab yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama kita,” ujarnya.
Memasuki sesi sarasehan, sejumlah Mabincab memberikan pandangan dan motivasi kepada kader PMII Jepara.
Diawali Nur Hidayat, Ketua Komisi C DPRD Jepara, Ia menekankan pentingnya solidaritas antar kader serta keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik yang konstruktif.
Menurutnya, kader PMII harus mampu membaca persoalan masyarakat secara kritis, berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang kurang tepat, namun tetap disertai dengan solusi.
Ia juga mengapresiasi kegiatan diskusi, selapanan, dan suluk yang selama ini dilakukan PC PMII dan PC IKA PMII untuk memperkuat nalar kritis kader.
Ainul Mahfud, Ketua PC GP Ansor Jepara menyampaikan, dalam berorganisasi harus dilandasi rasa cinta.
“Berorganisasi harus dengan cinta. Di antara sahabat harus saling menguatkan. Organisasi itu seperti bangunan yang kokoh karena setiap bagian saling menopang,” katanya.
Sementara itu, Harun Salim, Manajer KSPS BMT Artha Abadi Jepara mengingatkan bahwa tugas mahasiswa adalah tetap kritis tanpa meninggalkan kewajiban menuntut ilmu.
Ia juga berpesan agar setiap langkah dalam berorganisasi selalu disertai doa dan restu orang tua.
BACA JUGA: Selapanan IKA PMII Jepara: Meneladani Perjuangan Pahlawan sebagai Spirit Pergerakan
Abdurrahman, Petinggi Pecangaan Kulon, menilai PMII merupakan tempat terbaik untuk melatih mental dan ketahanan diri.
Menurutnya, kader PMII harus berproses secara sungguh-sungguh, tidak hanya sekadar leda-lede (bergaya-gayanan) tetapi benar-benar menempa diri dari awal hingga akhir.
Zainal Abidin, GM Radar Kudus, mengajak kader untuk meyakini bahwa PMII adalah jalan perjuangan yang baik bagi masa depan.
Ia juga mendorong kader untuk banyak belajar kepada para senior agar pengalaman organisasi semakin matang.
Ketua IKA PMII Jepara Kusdiyanto, menambahkan bahwa kader harus bangga menjadi bagian dari PMII.
Ia menyampaikan bahwa PC IKA PMII dan PC PMII terus berikhtiar meningkatkan intelektualitas kader melalui berbagai forum seperti suluk, selapanan, dan diskusi keilmuan.
“Nikmati setiap proses dalam ber-PMII, karena di situlah karakter dan kemampuan kita ditempa,” ungkapnya.
Kegiatan sarasehan ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kader PMII Jepara untuk terus berkhidmat kepada agama, bangsa, dan masyarakat. (KA)