JEPARA | GISTARA. COM – Yayasan Pendidikan (Yapi) Nahdlatul Fata Petekeyan menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal yang mempertemukan seluruh organ yayasan dan jajaran kepala unit lembaga pendidikan beserta dewan guru dan pegawai di lingkungan Yapi Nahdlatul Fata, Jumat (27/3/2026).
Selain menjadi ajang silaturahmi, momentum ini menekankan pentingnya peran keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan.
Dalam tausiyah pendidikannya, Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Prof. Mustaqim, menggarisbawahi bahwa pembentukan akhlak murid tidak dimulai dari bangku sekolah, melainkan jauh sebelum anak dilahirkan.
BACA JUGA: Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Tetap Tatap Muka, Wacana Daring Dibatalkan
Ia mengingatkan para orang tua untuk menjaga asupan makanan dari sumber yang halal, karena hal tersebut berdampak langsung pada aspek biologis dan spiritual anak. Suasana kebatinan orang tua juga berpengaruh pada anak selama dalam kandungan sehingga orang tua dianjurkan untuk lebih dekat dengan spiritualitas dan menjaga suasana batin lebih religius.
”Saat fase lima tahun pertama, intelegensia dan gizi anak harus tercukupi. Keteladanan orang tua sangat penting karena pada usia tiga tahun, anak memasuki masa imitasi atau meniru lingkungannya,” ujar Prof. Mustaqim.
BACA JUGA: H. Ulil Albab, S.Psi, M.AP., Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Selain aspek keluarga, Prof. Mustaqim mendorong setiap lembaga di bawah naungan Yapi Nahdlatul Fata untuk terus berbenah meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, kualitas pendidikan ditentukan oleh banyak aspek. Di antaranya kualitas guru, Kurikulum yang relevan, sarana prasarana yang memadai, serta manajemen yang efektif.

Prof Mustaqim memberikan tausiyah
Untuk mewujudkan hal tersebut seorang Kepala madrasah memiliki peran strategis untuk memastikan semua komponen terpenuhi. Selain itu, dukungan lingkungan keluarga, partisipasi masyarakat, serta kesehatan dan psikologi murid juga ikut menentukan dalam keberhasilan proses belajar mengajar.
Menyinggung tentang Halalbihalal, Prof. Mustaqim berpesan agar dewan guru meneladani Nabi sebagai sosok pemaaf, bukan saja kepada sahabatnya yang melakukan kelalaian, bahkan kepada musuhnya yang melakukan ancaman fisik sekalipun selama mereka mau bertaubat akan dimaafkan.
BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Jepara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Senada dengan hal tersebut, Kepala MA NU Nahdlatul Fata, H. Nur Khandir, mengajak seluruh komponen Yapi Nahdlatul Fata untuk memperkokoh sinergitas demi kemajuan bersama. Ia juga menekankan bahwa kedisiplinan guru adalah kunci utama.
“Kedisiplinan guru adalah cermin bagi kedisiplinan murid. Semua unit harus saling mendukung untuk membesarkan yayasan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yapi Nahdlatul Fata, H. Maskan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik dan pemangku kepentingan yang telah bekerja keras secara ikhlas. Ia berharap setiap unit pendidikan dan lembaga keuangan terus berinovasi agar tetap eksis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Dr. Hj. Hindun Anisah, MA Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Pengurus Yapi Nahdlatul Fata menyerahkan beasiswa pendidikan bagi para guru yang menempuh jenjang Magister (S2) atau pendidikan linieritas.
Para penerima beasiswa tersebut adalah Rokib,
Ahmad Sabiq, Muizzuddin, Tiara Shiffani, dan
Imroatur Rofiah.
Program beasiswa ini merupakan bagian dari support system yayasan untuk mendorong linearitas dan profesionalisme dewan guru dalam mengawal masa depan pendidikan di Nahdlatul Fata. Program serupa juga telah diterima beberapa dewan guru yang melanjutkan S2. atau yang menempuhpendidikanlinieritas. ( Sub)