JEPARA | GISTARA. COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah kini mengalami penyesuaian dalam mekanisme distribusinya.
Berdasarkan informasi dari SPPG yang disampaikan kepada pihak sekolah, penyaluran MBG akan dilakukan setiap hari dengan menu siap santap, mengikuti arahan langsung dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam keterangannya, pihak SPPG menyampaikan bahwa pemberian MBG berlangsung hingga hari Sabtu setiap pekannya. Namun, jumlah distribusi yang diterima masing-masing sekolah akan menyesuaikan dengan hari efektif kegiatan belajar mengajar (KBM).
BACA JUGA: Tempur Longsor Lagi, Pemkab Jepara Fokus Rampungkan Pembukaan Jalur Baru
Sekolah yang mulai libur pada hari Kamis akan menerima MBG sebanyak empat kali dalam sepekan. Sementara itu, sekolah yang libur pada hari Jumat akan menerima lima kali distribusi. Adapun sekolah yang libur pada hari Ahad tetap mendapatkan MBG selama enam hari dalam seminggu.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa distribusi MBG tidak akan dilakukan pada hari libur atau saat tidak ada kegiatan KBM di sekolah. Hal ini dikarenakan kebijakan terbaru yang meniadakan menu kering maupun sistem rapel yang sebelumnya sempat diterapkan.
Sehubungan dengan perubahan tersebut, pihak SPPG mengimbau kepada seluruh guru untuk aktif berkoordinasi, terutama dalam menyampaikan informasi terkait agenda sekolah yang berpotensi menyebabkan hari libur. Langkah ini dinilai penting agar proses distribusi MBG dapat berjalan tertib, tepat sasaran, dan tanpa kendala. “Kerja sama dan komunikasi yang baik dari bapak/ibu guru sangat kami harapkan demi kelancaran program ini,” demikian disampaikan dalam pemberitahuan resmi tersebut.
BACA JUGA: Satgas MBG Wajibkan SPPG Beri Label Harga dan Kandungan Gizi
Chilya salah satu PIC di MI menjelaskan, “hari ini SPPG memberikan pemberitahuan kepada sekolah tentang penyaluran MBG,”jelasnya pada gistara.com (30/3/26).
“Setelah libur Idulfitri distribusi MBG akan aktif kembali 31 Maret 2026,” imbuhnya.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan program MBG dapat terus berjalan optimal dalam mendukung pemenuhan gizi siswa sekaligus menjaga efektivitas distribusi di lapangan. (KA)