Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
GISTARA TV
Thursday, October 8, 2026
Top News
Mengenal Rubrik Penerbitan Surat Kabar, dan Majalah
Cuaca Terik, Penjual Es Teh di Jepara Berhamburan
Mengenal Nyai Hindun Anisah, Caleg DPR RI Dapil Demak, Kudus, dan...
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan Temanggung Jawa Tengah Terbaru 2022
Fenomena Bodoh Deklarasi Kasyaf Lewat Foto
Ribuan Orang Hadiri Haul Mbah Sahil ke 18, Ini Biografinya
Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Jawa Tengah Terbaru 2022
Peringati Hari Ibu, MIDEHA Festival Gelar Lomba Kolaborasi dengan Ibu
Tak Perlu ke Eropa, Main Salju Bisa di Dusun Semilir Bawen
Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Jepara Tidak Berubah
Gistara
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Copyright 2021 - All Right Reserved
Regional

Bela Negara Berbasis Ketahanan Pangan, Bapelkum Semarang Latih ASN Muda dengan Analisis Strategis

by Redaksi 31/03/2026
Redaksi 31/03/2026 271 views
271

SEMARANG | GISTARA. COM  – Di sebuah ruang virtual yang terhubung dari Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, suasana pembelajaran terasa khidmat sekaligus reflektif, Selasa (31/3/2026). Dari balik layar, Dr. Muh Khamdan menyapa sepuluh peserta Aparatur Sipil Negara (ASN) muda dari Kementerian Pertanian. Mereka bukan sekadar mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar), melainkan sedang ditempa untuk memahami makna bela negara dalam wajah yang lebih kontekstual, melalui ketahanan pangan dan kecakapan analisis kebijakan.

Pelatihan yang merupakan bagian dari agenda sikap perilaku bela negara ini telah dimulai sejak Kamis (26/3/2026) dan akan berlangsung hingga 1 April 2026. Peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Sigi (Sulteng), Mandailing Natal (Sumut), Bojonegoro (Jatim), Asahan (Sumut), Barito Selatan (Kalteng), hingga Muna Barat (Sultra). Seluruhnya merupakan penyuluh pertanian yang kelak menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan pangan nasional.

Dalam paparannya, Khamdan menekankan bahwa bela negara tidak lagi dapat dimaknai secara sempit sebagai pertahanan militer semata. Ia mengajak peserta membaca ulang konteks kebangsaan melalui dinamika geopolitik global, perubahan iklim, hingga ancaman krisis pangan dunia. “Ketahanan pangan adalah bagian dari pertahanan negara,” tegasnya, menautkan antara profesi penyuluh pertanian dengan tanggung jawab strategis kebangsaan.

BACA JUGA: Harga BBM Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Tenang

Isu-isu strategis yang dibahas mencakup tantangan swasembada pangan nasional, krisis energi terbarukan, hingga peluang ekspor hasil olahan pertanian. Khamdan juga menyoroti pentingnya pelestarian varietas unggul nasional sebagai bagian dari kedaulatan pangan. Baginya, menjaga benih lokal sama halnya menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang kian deras.

Namun, refleksi bela negara tidak berhenti pada pemahaman isu. Para peserta dibekali teknik analisis masalah sebagai instrumen praktis. Melalui pendekatan USG (urgency, seriousness, growth), peserta diajak memilah persoalan prioritas secara sistematis. Metode ini menjadi pintu masuk untuk melatih kepekaan ASN muda terhadap persoalan nyata di lapangan.

Pendalaman berlanjut pada teknik diagram fishbone yang mengurai akar masalah melalui pendekatan 6M, 8P, dan 5S. Dalam sesi ini, peserta terlihat aktif mengaitkan persoalan lokal di daerah masing-masing, mulai dari distribusi pupuk, menurunnya minat generasi muda pada sektor pertanian, visualisasi data kelompok tani, hingga rendahnya adopsi teknologi pertanian. Analisis tidak lagi bersifat abstrak, tetapi berangkat dari realitas empiris yang mereka hadapi sehari-hari.

BACA JUGA: Tumplek Blek, Ribuan Warga Antusias Ikuti Prosesi Larung Kepala Kerbau dalam Pesta Lomban 

Selanjutnya, Khamdan memperkenalkan analisis SWOT, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Ia mengarahkan peserta untuk memetakan posisi strategi dalam empat kuadran, yaitu agresif, diversifikasi, defensif, dan turn around. Pendekatan ini memperkuat kemampuan peserta dalam merancang kebijakan berbasis data sekaligus adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis.

Tidak berhenti di situ, teknik analisis McNamara serta Cost Benefit Analysis (CBA) turut diberikan sebagai alat pengambilan keputusan. Peserta dilatih menimbang setiap alternatif solusi secara rasional dan terukur, sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga efisien dan berkelanjutan.

Dalam refleksi yang mengemuka, pelatihan ini menghadirkan kesadaran baru bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui profesionalitas kerja. Para penyuluh pertanian tidak sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan menjadi aktor penting dalam menjaga stabilitas nasional melalui sektor pangan. Di tangan merekalah, ketahanan bangsa dipertaruhkan dalam bentuk yang paling mendasar, yaitu ketersediaan pangan.

Pada akhirnya, Khamdan menutup sesi dengan mengaitkan bela negara pada nilai spiritualitas. Ia mengingatkan bahwa dalam tradisi keagamaan, cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Dalam konteks pertanian, cinta tanah air itu terwujud melalui upaya merawat tanah, menjaga benih, dan memastikan keberlanjutan pangan bagi generasi mendatang. Sebuah pengingat bahwa pengabdian ASN bukan hanya tugas negara, tetapi juga panggilan moral dan iman terutama menyangkut kelestarian lahan pertanian. (KA)

BapelkumKetahanan PanganLatsar
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Redaksi

previous post
Harga BBM Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Tenang
next post
199 Sekolah di Jepara Diusulkan Direvitalisasi

You may also like

Dongkrak Ekonomi Rumah Tangga, Sumarwati Ajak Ubah Limbah Usaha Jadi Barang Bernilai

21/09/2026

Festival Literasi Jateng 2026,  Gelorakan Budaya Baca Gen Z

12/09/2026

Bahas Isu Kontemporer dan Kebijakan Nasional, PWNU Jawa Tengah Gelar Bahtsul Masail Ke-6

22/08/2026

HUT ke-81 Jateng, Dekranasda Jepara Kenalkan Produk Unggulan dan Budaya Lokal 

21/08/2026

Keseruan Mahasiswa Asing Belajar Ukir di Jepara

20/08/2026

Tiga Kampus NU Perkuat KKN Kolaborasi di Karimunjawa, Dorong Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

20/08/2026

Terkini

  • Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Prodi PAI UNISNU Jepara Kolaborasi Riset dengan IIUM Malaysia

    07/10/2026
  • Pemkab Jepara Salurkan BLT DBHCHT ke 4.813 Butuh dan Petani Tembakau

    07/10/2026
  • Cetak Instruktur yang Berkualitas, PC PMII Jepara Gelar Pelatihan Instruktur Cabang

    06/10/2026
  • Bimwin bagi Calon Pengantin, Wujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas 

    06/10/2026
  • Pemkab Jepara Dorong BUMDesa Masuk Rantai Pasok Ritel

    06/10/2026
Gistara
  • Home
  • Nasional
  • Regional
    • Semarangan
    • Muria
    • Kedu
    • Banyumasan
    • Pantura
    • Solo Raya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Risalah
    • Tokoh
    • Cerpen
    • Catatan Redaksi
  • Lainnya
    • Budaya
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Info Grafis
    • Plesir
    • Kuliner
    • Religi
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Do not have an account ? Register here

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here

Register New Account

Have an account? Login here