JEPARA | GISTARA. COM — Pertandingan tinju bertajuk Fighting Brotherhood Organizer (FBO) Jepara Mulus sukses digelar di Alun-alun 1 Jepara, Sabtu (11/04/2026) malam. Event bergengsi untuk menyemarakkan HUT Jepara ke-477 ini tak hanya sekadar kegiatan seremonial namun mengawinkan hiburan, ajang sportivitas dan olahraga berbasis prestasi.
Event memperebutkan Sabuk Juara Kakorlantas Polri dan Bupati Jepara yang rampung Minggu dini hari ini sekaligus mencetak sejarah sebagai gelaran tinju nasional pertama di Kota Ukir.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan sportivitas masyarakat Jepara.
“Ini adalah event tinju nasional pertama di Alun-Alun 1 Jepara. Jadi ini sejarah baru,” ujarnya.
BACA JUGA: 17 Ribu Guru Non ASN hingga Guru Madin akan Disasar Kartu Guru Sejahtera
Menurutnya, kehadiran event tinju nasional ini menjadi bukti perayaan hari jadi daerah tidak hanya diisi dengan seremoni semata, tetapi juga kegiatan yang menghadirkan prestasi serta aksi nyata yang mampu menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menekankan nilai-nilai yang ditunjukkan dalam olahraga tinju sangat relevan dengan pembangunan daerah. Semangat pantang menyerah, kedisiplinan, dan sportivitas yang terlihat di atas ring menjadi cerminan karakter yang dibutuhkan dalam membangun Jepara.
“Tinju mengajarkan kita untuk tetap berdiri meski terkena pukulan, dan terus maju meski rintangan menghadang. Begitu pula dalam membangun Jepara Mulus, kita membutuhkan sinergi dan ketangguhan mental dari seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.
Salah satu laga FBO Jepara yang paling dinantikan adalah duel utama di kelas Mixed Martial Arts (MMA), yang mempertemukan: Robinson (Jepara) vs Badaul (Demak).
Laga sengit ini berhasil dimenangkan oleh Badaul.
Panitia pelaksana FBO Jepara Mulus, Muhammad Bawazir menekankan fokus utama event ini tak hanya sekadar tanding di atas ring, namun juga pengembangan ekosistem olahraga bela diri di Jepara.
Pihaknya ngin mencetak bibit-bibit unggul atlet beladiri yang memiliki mental juara.
FBO hadir sebagai wadah resmi untuk anak-anak muda. Menurutnya daripada anak-anak muda bertarung liar tanpa aturan, maka bisa disalurkan melalui event FBO Jepara Mulus.
“Tentu saja agar kompetitif maka mereka juga harus melatih diri, punya skill dan faham regulasi. Kalau menang juga dapat apresiasi yang layak,” ujar Muhammad Bawazir.
Event Tinju FBO Jepara Mulus ini disambut antusias berbagai elemen masyarakat yang memadati area alun-alun sejak malam hari.
“Tinju ini salah satu agenda paling menarik dalam perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara. Saya sangat terhibur semoga tahun depan ada lagi bahkan levelnya lebih tinggi lagi,” ujar salah seorang penonton, Azis. (KA)