Kepala Kemenag Jepara Ahsan Muhyiddin
JEPARA | GISTARA. COM – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Tahunan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang bertempat di MI Alhidayah Langon, Rabu (15/4/26). Acara ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual bagi para guru dan tenaga kependidikan MI se-Kecamatan Tahunan.
Kegiatan diawali dengan tahlil, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, serta Mars Madrasah yang menggugah semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap dunia pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara Ahsan Muhyiddin, SE, MM., menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya keikhlasan dan rasa syukur dalam menjalani tugas sebagai pendidik.
BACA JUGA: Alun-Alun Jepara Jadi Lautan Manusia, Ribuan Warga Ngaji Bareng Gus Iqdam
Ia mengingatkan bahwa rezeki tidak selalu datang dari upaya yang dikejar secara berlebihan, melainkan dari hati yang pandai bersyukur.
“Rizki itu semakin dikejar, kadang justru semakin menjauh. Maka perbanyaklah bersyukur. Mari kita berkhidmat di dunia pendidikan dengan ikhlas, insya Allah hidup kita akan ditata oleh Allah,” pesannya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa konsep pendidikan di madrasah memiliki kekhasan tersendiri, yakni mendahulukan nilai ukhrawi sebelum duniawi. Menurutnya, ketika aspek ukhrawi tercapai, maka dunia akan mengikuti.
“Sedekah ilmu itu tidak akan pernah hilang. Maka dalam mengajar, landasi dengan keikhlasan. Jika kita ikhlas, Allah akan mudahkan jalan kita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Alhidayah, H. Santoso, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia juga mengajak para guru untuk terus bersyukur dan menjadikan perjuangan di dunia pendidikan sebagai ladang amal yang bermakna.
Ketua KKMI Kecamatan Tahunan, H. Mushofa, M.Pd.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya sikap saling memaafkan sebagai ciri orang hebat. Ia pun secara pribadi dan kelembagaan memohon maaf atas segala kekhilafan, seraya mengajak seluruh guru untuk tetap istiqomah dalam berkhidmat secara ikhlas di madrasah.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Pengawas MI, Sholeh, S.Ag., M.Pd.I. Ia mengajak seluruh pendidik untuk terus mengabdi dengan sungguh-sungguh serta menjaga kualitas pengelolaan madrasah agar semakin baik dan berkembang.
BACA JUGA: 17 Ribu Guru Non ASN hingga Guru Madin akan Disasar Kartu Guru Sejahtera
Menutup rangkaian acara, mauidzoh hasanah yang disampaikan KH. Akmal Salim menegaskan bahwa kualitas menjadi kunci utama dalam memajukan madrasah. Menurutnya, jika kualitas sudah terjaga dengan baik, maka kuantitas peserta didik akan mengikuti dengan sendirinya.
“Niat ngajar di madrasah harus lillahi ta’ala agar diberikan kemudahan dan keistiqomahan,” tandasanya.
Kegiatan Halal Bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dengan semangat kebersamaan.(KA)