Mahasiswa KPI Unisnu Jepara Belajar Menulis Soft News di Tengah Debur Ombak

Mahasiswa KPI Unisnu Jepara mewawancarai pedagang di Pulau Panjang

JEPARA | GISTARA. COM – Debur ombak yang memecah bibir pantai, semilir angin laut, dan rindangnya pepohonan di Pulau Panjang menjadi ruang belajar berbeda bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara.

Tidak hanya menikmati keindahan alam dan kuliner khas pesisir, para mahasiswa juga diajak merasakan langsung bagaimana sebuah cerita berita lahir dari pengamatan dan pengalaman di lapangan.

Kegiatan kunjungan destinasi tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Jurnalistik Media Cetak dan Online yang diampu oleh Khoirul Muslimin. Dalam outing class itu, mahasiswa diminta mengamati suasana wisata, aktivitas pengunjung, hingga ragam kuliner yang dijajakan di kawasan Pulau Panjang untuk kemudian diolah menjadi tulisan soft news.

BACA JUGA: Investasi Pendidikan, Jepara Gelontorkan  Rp1,7 Miliar untuk Mahasiswa dan  Rp 25 Miliar untuk Guru 

Sejak menyeberang menggunakan perahu dari Pantai Kartini menuju Pulau Panjang, mahasiswa mulai mencatat berbagai pengalaman yang ditemui. Pemandangan laut yang tenang, wisatawan yang menikmati pasir putih, hingga aroma makanan laut yang dijual pedagang menjadi bahan observasi mereka. Tidak sedikit mahasiswa yang juga mewawancarai wisatawan dan pelaku usaha kuliner untuk mendapatkan informasi secara langsung dari narasumber utama.

Khoirul Muslimin menjelaskan bahwa praktik lapangan menjadi metode penting dalam pembelajaran jurnalistik, khususnya dalam penulisan berita soft news yang menekankan suasana dan kedalaman cerita. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga harus mampu menangkap realitas sosial secara langsung.

Mahasiswa KPI Unisnu Jepara outing class di Pulau Panjang

“Praktik menulis berita soft news dilakukan dengan pengamatan terhadap apa yang dilihat, dirasakan, dan didengar. Dari situ kemudian mahasiswa menyusun data yang dikuatkan dengan berbagai sumber yang diperoleh. Penulisan berita soft news harus mampu menghadirkan suasana yang sesungguhnya dan dikaitkan dengan fakta yang diberitakan,” ungkapnya saat diwawancarai Gistara.com, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, kegiatan outing class dirancang untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. Selain melatih kemampuan observasi dan wawancara, mahasiswa juga diajak memahami cara membangun sudut pandang humanis dalam sebuah karya jurnalistik.

Sementara itu, Nor Laila Safriani selaku ketua tingkat (komting) kelas mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas membuat mahasiswa lebih mudah memahami proses penulisan berita soft news karena dilakukan secara langsung di lapangan.

BACA JUGA: Azan dan Iqamah Iringi Pemberangkatan 1.541 Jamaah Haji Jepara

“Kegiatan ini sangat menyenangkan karena memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar menulis berita soft news dengan menggali informasi langsung di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengaku baru pertama kali mengunjungi Pulau Panjang melalui kegiatan pembelajaran tersebut. Selain menikmati keindahan alam dan kebersihan kawasan wisata, dirinya juga tertarik dengan adanya destinasi religi makam Makam Syekh Abu Bakar Pulau Panjang yang berada di pulau tersebut.

“Ini pertama kali saya ke Pulau Panjang. Dengan pembelajaran ini saya akhirnya bisa datang ke sini. Pulaunya bersih, indah, dan juga ada destinasi religi makam Syekh Abu Bakar Pulau Panjang. Ini pengalaman berharga, semoga pembelajaran berikutnya akan jauh lebih menyenangkan,” tutupnya. (KA)

Related posts

Investasi Pendidikan, Jepara Gelontorkan  Rp1,7 Miliar untuk Mahasiswa dan  Rp 25 Miliar untuk Guru 

Azan dan Iqamah Iringi Pemberangkatan 1.541 Jamaah Haji Jepara

Baitul Mal Mafal Sejahtera Salurkan Zakat Produktif