Kiai Nurul Taufiq Ingatkan Pentingnya Ikhtiar dan Rahmat Allah SWT

Kiai Nurul Taufiq memberikan tausiyah dalam ngaji Ahad Pagi

JEPARA | GISTARA. COM — Usai menunaikan salat Subuh, suasana Masjid Jami’ Raudlatul Falah Sekuro tampak khidmat. Jamaah duduk bersaf rapi; sebagian melantunkan zikir dan solawat, sementara yang lain bersiap mengikuti pengajian dengan penuh antusias.

Pagi yang cerah menyelimuti Desa Sekuro. Jamaah berdatangan dari berbagai penjuru desa menuju masjid untuk mengikuti pengajian rutin Ahad pagi bersama Kiai Nurul Taufiq pada Ahad (24/5/2026).

Dalam tausiyahnya, Kiai Nurul Taufiq menyampaikan bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai ketentuan dan unsur yang membentuk realitas kehidupan, seperti qada dan qadar (ketentuan Allah), ijtihad (usaha manusia), serta faktor lain yang berkaitan dengan kondisi dan warisan kehidupan.

BACA JUGA: Pengurus IKA Unisnu Jepara 2026-2031 Dilantik, Komitmen Satukan Langkah Majukan Almamater

Ia menjelaskan bahwa ijtihad memiliki peran penting dalam menentukan arah kehidupan seseorang, termasuk dalam upaya meraih surga dan menghindari neraka.

“Surga tidak diperoleh secara otomatis, melainkan harus diusahakan melalui amal kebaikan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa surga diwariskan kepada manusia atas apa yang telah diusahakan. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa amal bukanlah satu-satunya penentu seseorang masuk surga.

“Tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalnya, melainkan karena rahmat Allah Swt.,” tambahnya, merujuk pada hadis Nabi Muhammad saw.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa mencari ilmu merupakan bagian dari ikhtiar yang sangat dianjurkan dalam Islam. Menurutnya, orang yang menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga.

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah swt akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” tuturnya.

BACA JUGA: Jalur Alternatif Duplak–Sumanding Diresmikan, Gerakkan Pertumbuhan Ekonomi Desa 

Dalam penjelasannya, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari hal-hal yang dapat menjerumuskan pada perbuatan dosa. Ia mencontohkan berbagai bentuk hiburan yang berpotensi mengandung kemaksiatan sebagai ujian bagi manusia.

Menurutnya, setiap orang dihadapkan pada pilihan untuk menghindari atau justru mendekatinya.

“Jika kita ingin terhindar dari neraka, maka kita harus berusaha menjauhi hal-hal yang tidak baik,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya niat dalam setiap amal, termasuk saat menghadiri pengajian. Niat yang lurus, menurutnya, akan mengantarkan seseorang pada keberkahan dan pahala.

“Kalau berangkat mengaji, harus diniatkan untuk menuntut ilmu karena Allah Swt,” tuturnya.

Di akhir tausiyahnya, ia kembali menegaskan bahwa surga dan neraka merupakan konsekuensi dari usaha manusia yang disertai rahmat Allah Swt. Setiap amal yang dilakukan sejatinya adalah bagian dari ikhtiar untuk meraih rahmat tersebut.

“Beramal adalah jalan untuk mendapatkan rahmat Allah Swt,” pungkasnya. (KA/KM)

Related posts

Jelang Armuzna, 3 Juta Paket Makanan Siap Santap Disiapkan  Untuk Jemaah Haji Indonesia

Perjuangan  Nenek Jumariah Menuju Baitullah, Kini Jadi Ikon Haji 2026

Jelang Dzulhijjah, KH. Jalal Ajak Umat Islam Puasa Tarwiyah dan Arafah